Perang Bisnis, Amazon Tantang Alibaba di Singapura

Amazon

Velodrome – Amazon perusahaan e-commerce raksasa dari Amerika Serikat meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura bernama Prime Now. Aplikasi yang diluncurkan oleh Amazon ini sudah bisa didownload di Google Play Store dan iTunes Apple. Hal tersebut merupakan bentuk ekspansi pertama Amazon di Asia Tenggara dan menjadi pesaing utama e-commerce raksasa dari China, Alibaba.

Peluncuran tersebut terjadi pada Kamis (27/7/2017) dan menawarkan akses ke puluhan ribu produk dari barang belanjaan (produk bayi, makanan, minuman dan lain-lain) sampai barang elektronik yang tersedia di gudang Amazon yang terdapat di industri Jurong. Pengiriman gratis dengan minimum order USD 40 atau setara dengan Rp 500 ribuan. Dan para pembeli bisa memilih enam jendela pengiriman dua jam yang tersedia antara pukul 10 pagi-10 malam.

Namun sayangnya pada awal hari Kamis (27/7/2017) siang, hanya selang beberapa jam setelah diluncurkan pelangan diberitahu jika semua jendela pengiriman untuk hari Kamis dan Jumat tidak tersedia. Slot pengiriman jika tersedia akan segera ditampilkan dalam periode 2 hari. Tapi setelah ditelusuri, oleh The Straits Times sekitar pukul 12:30 pada hari Jumat menemukan bahwa pengiriman tidak tersedia, dan pada hari Sabtu juga.

Meskipun begitu beberapa pembeli menyebutknan jika slot pengiriman terbuka sebentar-sebentar. Mungkin saat ini Prime Now bisa dibilang sedang beradaptasi dengan iklim jual beli online di Asia tenggara, maka dari itu belum berjalan normal.

Baca Juga : Xiaomi Luncurkan Mi AI Speaker Seharga Rp 600 ribuan

Masuknya Amazon ke Singapura ini merupakan sebuah pertanda bahwa negara dengan penduduk lebih dari 600 juta jiwa itu sudah dipandang sebagai medan pertempuran yang selanjutnya. Dan banyak pilihan e-commerce berkualitas ini  menguntungkan banyak pihak, dengan banyaknya pilihan, kompetisi harga dan pelayanan akan jauh lebih baik.

Seperti yang diketahui sebelumnya Alibaba telah mencuri star dengan menanamkan modal di kawasan Asia Tenggara, dengan membeli 83 persen sahan retailer online Lazada. Frost & Sulivan, perusahaan konsultasi bisnis memprediksikan penjualan ritel online di Asia Tenggara mencapai lebih dari seperempat kali lipat menjadi 71 dollar AS di tahun 2021 nanti dari hanya 16 miliar dollar AS di tahun 2016.

Sumber: traitstimes.com

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account