ANAKMAMA Dan Walag Antusias Tampil Di ‘Indie Season Road To IIMF 2018’

Whitewood – Musisi dari berbagai daerah di Indonesia terutama yang bergerak secara indie, akan berkumpul dan tampil bersama di International Indie Music Festival 2018’ yang akan berlangsung pada 7 Sept – 7 Okt 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Acara yang merupakan bagian dari Pekan Raya Indonesia (PRI) ini akan menghadirkan ratusan musisi indie baik dari Indonesia maupun dari mancanegara.

Untuk menyambut festival tersebut digelar juga rangkaian acara ‘Indie Season Road To “International Indie Music Festival 2018’ yang berlangsung dari awal bulan Juli. Dalam kesempatan acara yang berlangsung pada hari Selasa, 10 Juli 2018 di Melody Music Kemang Bar And Lounge, Grandkemang Hotel, Kemang, Jakarta Selatan, menghadirkan 2 musisi indie yaitu ANAKMAMA band dan musisi folk, Walag.

ANAKMAMA band

ANAKMAMA adalah group band asal Kotabaru, Kalimantan Selatan yang telah merilis single debut berjudul “Please” pada akhir tahun 2017 lalu. Bersama single berjudul ‘Please’ ini band yang saat ini mempunyai formasi Ardi (vokal/gitar), Fery (gitar), Mat Yuli (bass) dan Oky (drums) ini melakukan promosi secara indie melalui gigs – gigs yang mereka jalani dan visit ke beberapa radio di Jawa Barat.

Single debut mereka yang berjudul “Please” adalah pengalaman hidup yang pernah dialami Feri, gitaris sekaligus pencipta lagu dari ANAKMAMA. Lagu yang dibuat oleh Feri sejak pertengahan 2013 dan direkam pada tahun 2017 ini bermakna “permohonan seseorang kepada sang kekasih untuk menjaga cinta mereka dengan kesetiaan”. ANAKMAMA juga membawakan lagu-lagu dari almarhum Harry Moekti sebagai penghormatan untuk rocker yang mempunyai hits “Ada Kamu” tersebut.

Walag

Sementara Walag adalah sebuah proyek solo akustik dari musisi bernama asli Andi Pratama yang mulai dibuat pada tahun 2015.Walag memainkan musik dengan genre folk yang tema dalam tiap lirik lagunya menonjolkan apa yang dilihat dan dirasakan oleh Walag. Walag sendiri di jadikan nama proyek berdasarkan sebuah kata yaitu ‘Galaw’yang dibaca secara terbalik. Ide ini muncul dari sebutan teman-teman sesama musisi kepada Andi dan juga karena banyaknya lagu – lagu galaw yang diciptakan oleh musisi asal Jakarta saat itu.

Sukses terus untuk ANAKMAMA dan Walag.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account