Apa Yang Terjadi Pada Industri Musik di tahun 2026

Velodrome – Industri musik telah berubah dengan cepat, karena teknologi menjadi sarana sebagai akselerator untuk mempercepat kemajuan dibidang industri ini. Sepuluh tahun dari sekarang, industri musik akan berubah secara signifikan karena arus distribusi digital yang terus meningkat dan berevolusi.

Hal ini sudah terlihat dari transformasinya radio konvensional menjadi radio internet, kebangkitan sistem berbasis cloud, artifical intelligence (kecerdasan buatan), algoritma machine learning yang disupport oleh Big Data, dan munculnya saluran distribusi baru seperti media sosial dan virtual reality.

Serupa dengan keruntuhan dan penggoncangan industri media cetak (surat kabar dan penerbitan), radio terestrial telah mengalami konsolidasi. Bahkan dengan konsolidasi ini, saat ini sisa pemain besar sedang berjuang, sebagai contoh pemilik stasiun radio terbesar di AS dengan stasiun 850 AM dan FM & IHeartMedia sekarang dibayang-bayangi oleh hutang.

Apa Yang Terjadi Pada Industri Musik di tahun 2026

Radio terestrial akan segera menjadi sejarah

Sebelum berkembangnya perangkat mobile internet, radio merupakan influencer penting bagi para konsumen musik. Menurut Nielsen, 93 persen dari semua konsumen dewasa mendengarkan radio setiap minggu.

Menurut MIDiA Research, 61 persen pembeli musik berasal dari 17 persen konsumen, sisanya mendengarkan radio atau menggunakan streaming gratis dari layanan seperti YouTube.

Untuk dekade berikutnya, streaming akan terus membuat terobosan dan akhirnya menjadi cukup mainstream. Radio terestrial akan tetap menjadi saluran distribusi musik, meski terindikasi akan ambruk dengan penonton yang akan berkurang secara signifikan di masa depan.

Pada tahun 2015, unduhan digital dan layanan berbasis streaming telah melampaui penjualan fisik. Streaming tidak hanya menyebabkan penurunan di angka penjualan CD, tapi juga dalam penjualan unduhan.

Menurut Federasi Industri Fonografik Internasional (IFPI), pada tahun 2015 pendapatan digital menyumbang 45 persen dari total pendapatan industri musik global, menyalip pendapatan fisik yang turun sebesar 4,5 persen.

Apa Yang Terjadi Pada Industri Musik di tahun 2026

CD akan menjadi barang langka seperti vinyl

Di AS, musik streaming naik 93 persen di tahun 2015. Dengan tren peningkatan adopsi streaming musik, penurunan penjualan format fisik dan peningkatan konsumsi musik digital, CD akan menjadi usang dalam dekade ini.

Peningkatan layanan streaming musik dan layanan berbasis cloud juga akan meningkatkan personalisasi real-time. Konsumen akan tertarik pada layanan musik yang tidak hanya sesuai dengan selera individu dan perkembangannya, namun juga dengan cerdas merekomendasikan musik baru.

Ke depan, algoritma pemilihan musik akan menggabungkan lebih banyak variabel Big Data dan Machine learning sebagai teknologi jaringan syaraf tiruan yang akan terus meningkat.

Personalisasi AI musik nantinya akan mencakup sumber Big Data yang dikirim secara real-time melalui umpan data berbasis cloud yang tidak hanya direport oleh user, namun juga berasal dari media sosial, riwayat pembelian, dan kebiasaan mendengarkan dari smartphone, mobil, dan perangkat lain.

Algoritma Machine Learning dan kecerdasan buatan (AI), dikombinasikan dengan Big Data, akan menjadi sangat berpengaruh bagi DJ untuk menyeleksi musik.

Lebih dari 40 persen orang dewasa di AS menggunakan Facebook untuk membaca berita. Karena kunci umur panjang sebuah media sosial adalah keterlibatan pengguna. Distribusi musik akan menjadi salah satu sumber arus pendapatan baru.

Konten musik akhirnya akan seperti berita, menjadi cara lain di mana situs media sosial seperti Facebook akan mulai ditawarkan dalam upaya meningkatkan keterlibatan user secara keseluruhan. Misalnya, Facebook telah membuat terobosan signifikan dalam menggabungkan media berita dengan tujuan tersebut.

Apa Yang Terjadi Pada Industri Musik di tahun 2026

VR apakah akan membuat perubahan di industri musik kita?

Virtual Reality (VR) saat ini merupakan teknologi yang baru lahir. Dalam dekade ini, penjualan headset VR akan beralih dari segmen sidestream ke segmen pasar massal karena konten VR terus berkembang biak. Dan akhirnya VR akan muncul sebagai saluran distribusi musik lainnya.

Karena teknologi, industri musik akan mengalami pergeseran paradigma selama 10 tahun ke depan. Radio mungkin saja akan mati secara perlahan karena beberapa masalah yang bercabang akan berlanjut antara radio terestrial dan streaming musik. CD akan menjadi usang, dan musik streaming akan mendominasi.

Selanjutnya, media sosial dan virtual reality-lah yang akan menjadi saluran distribusi musik. Algoritma Machine learning dan kecerdasan buatan (AI), dikombinasikan dengan Big Data dan disampaikan dengan rapi oleh layanan berbasis cloud. Tentu ini semua akan membawa dampak besar, karena fungisnya sama seperti DJ manusia dan penyeleksi musik. Pada tahun 2026, dapat diprediksi industri musik akan sangat berbeda dari sekarang.

Jadi sekarang  adalah waktunya berbenah, karena pertanyaan terbesar untuk kita adalah, Sudah siapkah dengan perbedaan?

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account