Aplikasi Anti Razia Greyball Milik Uber di Amerika Serikat

Uber

Velodrome – Platform transportasi berbasis online Uber saat ini tengah berhadapan dengan hukum. Kini mereka tengah menjalani penyelidikan kriminal di Kehakiman Amerika Serikat. Perusahaan yang dipimpin oleh Travis Kalanick ini kedapatan memiliki aplikasi atau program yang dimaksudkan untuk menghindari razia yang digelar oleh pihak berwajib.

Dikutip dari ft.com, aplikasi dari Uber ini bernama Greyball. Menurut kabar yang beredar, aplikasi yang dimiliki oleh Uber itu mampu ‘meloloskan’ para pengemudi dari razia regulator transportasi. Dan aplikasi curang ini pertama kali dungkapkan oleh New York Times pada Maret yang lalu.

Sebelumnya mereka juga menyatakan dengan keras jika aplikasi yang dimaksud itu sepenuhnya legal dan memiliki kegunaan lainnya. General manager Uber di Oregon, Portlandia, Bryce Bennett pun menyebutkan bahwa Uber secara aktif memberikan informasi mengenai penggunaan aplikasi Greyball di Portland pada Desember 2014 yang lalu.

Uber

Image by KTVA 11

Selain itu laporan dari Portland Bureau of Transportation (PBOT) menyebutkan bahwa tidak ada bukti Uber telah menggunakan Greyball atau aplikasi lainya untuk menghindari razia regulator. Bahkan perusahaan transportasi online berlogo U ini mengklaim jika Greyball dikembangkan untuk mengurangi kecurangan dan melindungi para supir mereka dari para pemrotes.

Pemrotes ini berasal dari anggota dewan pemogokan yang kerap menggunakan kekerasan sebagai penyelesaian masalah. Namun, pihak Portland City Commissioner Dan Saltzman membuat pernyataan bahwa hasil penyelidikan yang terjadi sebelumnya menyatakan bahwa Greyball bersifat kriminal.

Baca Juga : Uber Luncurkan Fitur Baru Utuk Manjakan Para Penggunanya

Pihaknya pun mendukung penuh Department Kehakiman Amerika Serikat untuk melakukan investigasi terhadap aplikasi Greyball dan tak segan untuk memberikan bantuan agar polemik bisa segera teratasi, ujar Saltzman.

Bahkan untuk membantu penyelidikan, Dewan Kota Portland memaksa Uber untuk menyerahkan dokumen internal yang berkaitan dengan perangkat lunak greyball. Mereka juga mengakui telah menggunakan alat tersebut di Portland pada akhir 2014 namun berhenti menggunakannya setelah pemerintah melegalkan ride-hailing services.

Pihak pemerintah Portland menyebutkan akan mendukung berbagai industri namun mereka perlu memastikan semua industri yang turut berkecimpung di dalamnya bisa mematuhi peraturan yang telah ditetapkan serta bisa bertindak secara etis.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account