Cruise Fashion Show, Wisata Fashion Kelas Dunia

Cruise Fashion Show dan Pengaruhnya Terhadap Pariwisata

Velodrome – Fashion Enthusiast, pernah dengar tentang Cruise Fashion Show? Gelaran yang satu ini masih termasuk ke dalam rangkaian pertunjukan mode, mulai dari Spring-Summer dan Fall-Winter Collection, kemudian dilanjutkan dengan Haute Couture Show dan Cruise Fashion Show.

Cruise atau Resort Collection pertama kali dilakukan pada tahun 2006 diinisiasi oleh beberapa brand fashion raksasasa seperti Chanel, Dior, Gucci, Louis Vuitton, Dolce & Gabbana dan lainnya. Cruise Fashion Show biasanya digelar di pertengahan antar musim sebelum rumah mode merilis koleksi berikutnya.

Selain Houte Couture Show yang diperuntukkan bagi kalangan jet setter, gelaran Cruise Fashion Show juga diadakan untuk klien-klien yang memang menjadi pelanggan salah satu brand tersebut.

Jika dibandingkan Houte Couture Show yang lebih menekankan pada pertunjukan klasik dan menonjolkan desain-desain handmade, Cruise justru lebih menonjolkan sebuah budaya. Karena jika diperhatikan, Cruise Collection digelar di luar basis rumah mode tersebut.

Misalnya, Louis Vuitton yang berbasis di Paris menggelar Cruise Fashion Show di Kyoto beberapa waktu lalu.

Louis Vuitton Cruise 2018 Show in Kyoto, Japan – Louis Vuitton Fashion Show at Miho Museum in Japan. Image : Harper’s Bazaar

Untuk mewujudkan Cruise Collection, pihak rumah mode harus menyiapkan tim serta koleksi di luar negeri sehingga persiapannya pun harus matang. Lokasi yang dipilih pun tidak main-main karena fashion brand tersebut juga ingin mengangkat eksotisme dari desain koleksi yang disesuaikan dengan kawasan dimana mereka mengadakan pertunjukan tersebut.

Yang pasti, lokasinya fancy abis dan kebanyakan di gelar di luar ruangan. Bisa diiibaratkan Cruise Collection adalah pertunjukan fashion show intercontinent yang kebanyakan diadakan di lokasi mediteranian.

Cruise Fashion Show merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu karena koleksi tersebut tak hanya akan menarik klien mereka dari berbagai negara, namun juga berlibur demi menyaksikan pertunjukan tersebut. Saking eksklusifnya, media yang diundang pun cenderung lebih eksklusif. 

Hal menarik lainnya dalam Cruise Collection adalah pengaruhnya terhadapa pariwisata daerah. Lokasi tempat digelarnya Cruise Collection kadang melebarkan pupil mata karena lokasinya yang indah.

Beberapa luxury life magazine mengulas bahwa Cruise Collection dapat menggenjot pariwisata daerah baik untuk kalangan pelancong koper dan ransel. Rata-rata, lokasi yang dipilih adalah tempat umum yang juga menjadi destinasi wisata daerah.

Referensi Desain

Selain menonjolkan lokasi, Cruise Collection juga memperhatikan referensi desain dari kultur setempat. Desain mode yang dipertontonkan adalah hasil rekonstruksi budaya, seni lokal, pakaian tradisional, dan kearifan lokal lainnya.

Lihat saja, koleksi Cruise Chanel tahun lalu yang mengambil lokasi di Kuba. Sang creative director, Karl Lagerfeld pun mengkombinasikan prinsip desain Chanel dengan pakaian-pakaian orang Kuba. Koleksi Louis Vuitton di Kyoto-Jepang juga merekonstruksi seragam samuarai dan kimono.

Jadi, Cruise Collection adalah buah pemikiran untuk mengenal fashion berdasarkan kultur setempat sekaligus mendorong parowisata yang dijadikan lokasi diadakannya pertunjukan tersebut.

Konteksnya di Indonesia, beberapa desainer lokal seperti Itang Yunasz, Tex Saverio, dan Biyan memang kerap memamerkan koleksi mereka di luar negeri tetapi masih belum mengadaptasi konsep Cruise Collection seperti yang dilakukan Chanel, Louis Vuitton, Dior dan lainnya.

Desainer lokal lebih berorientasi pada foreign showcase untuk memperkenalkan brand mereka di pasar global. Duh, kapan ya Indonesia dikunjungi oleh brand-brand besar tersebut untuk mengadakan Cruise Collection mereka?

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account