Memahami Direksi Baru Musik Harry Styles

Velodrome – Anggota boyband asal Inggris, Harry Styles merilis single solo terbarunya yang berjudul “Sign of theTimes” pada 7 April lalu. Kemunculan Styles lewat single itu menjadi pembuktian seberapa besar musikalitasnya di luar One Direction yang membesarkan namanya.

Vokalis yang banyak diulas sebagai penyanyi dengan musikalitas paling tinggi diantara rekan-rekannya itu memang membuat penasaran para fansnya dan pemerhati musik. Debutnya dalam album dengan judul “Harry Styles” itu menyimpan sebuah misteri dari sosok Harry.

Tak hanya itu, pemilihan album dengan self-titled ini dinilai mempunyai latar belakang yang sangat pribadi.

Belum bayak bocoran yang bisa diketahui lewat album terbaru Styles yang diperkirakan bakal berisi 10 lagu tersebut. Namun, Sign of the Times sudah cukup memberikan bahwa Harry Styles putar haluan dari lingkaran One Direction dan membuat musiknya sendiri.

Teen Vogue mengulas cover album Harry Styles sebagai simbol atas vurnerability dan reflection sekaligus kelahiran kembali. W Magazine pun mereview cover album itu sebagai image purity dan rediscovery.

Dari review ini terlihat jelas bahwa Styles memang sosok yang misterius jika dilihat dari karya visualnya dalam musik.

Image : The Odyssey Online

Sementara untuk Single Sign of the Times adalah musik rock ballad dengan sentuhan indi-band taste. Penampilan pertamanya secara live dipanggung dapat dilihat saat ia membawakan dua lagu yakni Sign of the Times dan Ever Since New York di Saturday Night Live  pada 15 April lalu.

Styles tampil bersama band yang sepertinya akan menjadi bagian dari ciri khas penampilannya di atas panggung pada aksi berikutnya.

Styles memang dikenal punya menyukai musik rock. Karakter suaranya yang tender ia tampilkan dalam Sign of the Times. Jika Anda sudah mendengarkan lagu Sign of the TImes, liriknya memang penuh dengan metafora. Materi musiknya pun mungkin tidak akan memanjakan telinga Anda menyukai musik easy listening.

Membandingkan dengan Zayn Malik yang lebih dulu tampil solo, kekasih Gigi Hadid itu tidak jauh kelaur dari nuansa musik One Direction. Niall Horan pun tampil secara accoustic romantis lewat single “This Town”.

Sementara untuk Styles, penyanyi yang pernah dikabarkan dekat dengan Taytay, tidak mau mengarah pada materi musim bass-driven dan bland dance music yang saat ini populer. Ia pun juga tidak tertarik dengan lirik yang menceritakan kisah percintaan ala One Direction. Styles changed the music direction.

Sign of the Times ditulis oleh Styles bersama co-writer Alex Salibian, Jeff Bhasker, Tyler, dan lainnya. Lagu itu terdengar pesimistik, relektif, dan thoughtful. Track lagu itu “far more David Bowie in his Hunky Dory Days” tulis GQ UK.

Sign of Times memunculkan suara Styles yang serak-serak basah (troathy) diiringi dengan sombre piano chords yang mengindikasikan seperi musim pop-rock ala U2 dan Savage Garden.

Harry terlihat lebih dewasa dan ingin membawa penggemarnya untuk menikmati musim yang lebih mature sembari mengenalkan sesuatu yang baru pada telingga penikmatnya. Harry Styles nampaknya memang ingin dipandang sebagai musisi yang cukup kredibel untuk membuat lagu yang berkualitas.

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account