Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Velodrome – Jika Anda melihat sejarah seni di Bali, Anda akan menemukan banyak sekali pelukis asing yang menetap di sekitar Ubud dan Singaraja, bagian utara Bali sejak zaman perang dunia ke-2.

Melalui sederetan nama pelukis asing yang berkarya di daerah rural Bali, mereka menggambarkan lanskap, masyarakat, kebiasaan, tradisi, dan sisi spiritual pulau dewata kepada dunia.

Bukti eksistensi lukisan tentang Bali yang historis mungkin tak banyak Anda temukan di Indonesia karena karya yang mayoritas di atas kanvas itu berada di museum dan galeri di seluruh dunia. Lukisan tersebut berada di musem dan galeri di New York dan Durham Amerika Serikat, beberapa daerah di Australia, Jepang, dan Singapura.

Di wilayah Eropa, lukisan itu tersebar di negara seperti Belanda, Swis, Austria, dan Italia. Berikut ini adalah nama-nama pelukis asing yang menghabiskan waktu mereka untuk memvisualisasikan Bali dalam fantasi yang estetik.

1. Antonio Blanco

Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Image : Java Travelling

Don Antonio Blanco pergi ke bali pada tahun 1952. Pelukis kelahiran Manila, Filipina, itu menikahi penari perempuan asal Bali bernama Ni Ronji. Blanco yang sbelumnya menetap di Amerika Serikat itu tinggal di Ubud dan mulai melukis tentang Bali.

Karakter lukisannya terkadang sangat eksplisit dengan menunjukkan tubuh perempuan Bali. Ia menggambarkan sisi feminin yang kekal melalui gaya lukisan romantis ekspresif dan dreamy. Selain itu, ia juga melukis Bali dari sisi pemandangan, lingkungan, cinta, dan pervasive art. Ia menghabiskan hidupnya di Bali dan mempunyai musem di Ubud, Gianyar, Bali.

2. Miguel Covarrubias

Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Image : The Art Institute of Chicago

Jose Miguel Covarrubias adalah seorang pelukis, karikaturis, ilustrator, pakar budaya, dan sejarawan seni yang berkeliling ke Asia dan tinggal di Bali pada 1933. Seniman asal Mexico CIty itu memotret dan melukis kehidupan rural di Bali yakni Ubud.

Ia melukiskan portrait perempuan Bali, kumpulan perempuan yang berkegiatan di sungai, pasar dan beberada sawah. Ia menunjukkan sebuah budaya wanita Bali yang tidak mengenakan atasan pakaian untuk menutupi payudara mereka. Perempuan tradisional yang ia lukis ia dokumentasikan dalam bukunya yang berjudul “Island of Bali”. Ia juga banyak melukis tari Legong yang juga ditarikan oleh perempuan.

3. Walter Spies

Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Image : loredanacrupi

Pada 1923, Spies tinggal di Yogyakarta kemudian pindah ke Bali. Pelukis asal Jerman itu akhirnya menetap di Bali dan melahirkan banyak karya naturalis. Ia melukis banyak sekali pemadangan sawah-sawah di Ubud dan Iseh. Gaya primitivis dalam melukis ia tuangkan dalam gambaran kegiatan orang di sawah yang menjadi bagian kehidupan tradisional di Bali. Lukisannya rata-rata menggmbarkan lanskap dari berbagai suasana seperti pagi, senja dan malam.

4. Rudolf Bonnet

Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Image : Rudolf Bonnet Foundation

Pelukis asal Belanda ini menghabiskan sebagaian waktunya di Ubud, Bali sejak 1929 dan bertemu dengan Walter Spies dan membangun rumah sekaligus studionya di Campuan. Lukisannya kebanyakan menggambarkan wajah-wajah Bali melalui gaya portrait naturalis yang ekspresif.

Museum Puri Lukisan, The Palace of Painting yang ada di bali saat ini dibangun berdasarkan desain dari Bonnet yang berisi koleksi lukisannya dan Cokorda Gede Agung Sukawati.

5. Adrien Jean Le Mayeur

Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Image : Zeeuws Veilinghuis – Middelburg NL

Le Mayeur datang ke Singaraja, Bali, pada 1932 dan menetap di Denpasar. Lukisannya terpendaruhd ari cara hidup orang Bali, kultur Hindu Bali, ritual dan situs-situs agam di Bali, dan tarian Lokal. Ia mengaggumi cahaya, warna dan keindahan alam sekitar dari Pulau Dewata tersebut.

Melalui lukisan naturalis yang digambarkan dengan cat acrylic. Ia menikahi salah satu penari legong yakni Ni Nyoman Pollok yang juga kerap ia jadikan model lukisannya.

6. Arie Wilhelmus Smit

Enam Pelukis Asing yang Membuat Bali Jadi Daya Tarik Dunia

Image : Tempo.co

Smit berkunjung ke Bali pada 1956 bersama seniman Belanda Auke Sonnega. Ketika berkunjung ke Ubud, ia datang bersama anak laki-laki untuk menggambar di atas pasir. Ia pun mulai mengajak para tanlenta muda ini ke studionya dan mengajarkan mereka melukis. Orang-orang mendefinisikan gaya lukisannya sebagai ‘young artist’ style. Ia pun dijuluki sebagai bapak pergerakan dalam seni lukisan.

Semasa hidupnya, ia juga tinggal di Karangasem dan Buleleng. Pada 1994, ia membuka Neka Art Museum yang memapangkan hasil akryanya beserta seniman Bali kontemporer lainnya. Lukisannya dipamerkan di jakarta, Singapura, Honolulu, dan Tokyo. Pada 2016, monografi komprehensif muncul dengan judul “A painter Life in The Tropics”.

Selain keenam nama pelukis di atas, masih banyak lagi seniman asing yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di Bali untuk berkarya. Karyanya dibuat di negeri pertiwi dan dipamerkan di beberapa negara di seluruh dunia. Mulai dari situ, nama Bali mulai mencuat saat seni menjadi salah satu alat untuk menarik orang pergi ke Pulau Dewata.

Jadi, kita tahu kenapa orang sering berlibur ke Ubud hanya untuk menenangkan diri, mencari inspirasi dan sengaja berwisata spiritual di sana. Jika Anda penasaran melihat lukisan mereka, Anda bisa datang ke beberapa museum dan galeri di Kabupaten Gianyar, Bali.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account