Europe & God Bless Sukses Guncang ‘Volcano Rock Festival’

Whitewood – Tidak sia-sia penantian lama para penggemar band rock asal Swedia, Europe. Setelah menunggu hampir 28 tahun, akhirnya mereka kembali menyambangi Indonesia kedua kalinya di tahun 2018 dan menjadi satu-satunya negara di Asia yang masuk dalam jadwal tur mereka.

Adalah gelaran ‘Volcano Rock Festival 2018’ yang menjadi ajang konser Europe di Indonesia kali ini. Konser band yang terbentuk di Upplands Väsby, Stockholm di tahun 1979 ini digelar di kota Boyolali, Jawa Tengah pada hari Sabtu, 12 Mei 2018 bersama dengan band rock legendaris tanah air, God Bless.

Meskipun sehari sebelumnya gunung Merapi sempat meletus di pagi hari, tetapi tidak menyurutkan animo npenonton untuk menghadiri festival yang digagas dan juga bertindak sebagai promotor festival, sang bupati Boyolali, Drs. Seno Samodro.

Sebelumnya di siang hari sebelum puncak acara ‘Volcano Rock Festival’ mengambil tempat di stadion Pandanarang, Boyolali, digelar juga festival rock yang menghadirkan 2 panggung ‘Merapi Stage’ dan ‘Merbabu Stage’ di komplek perkantoran kabupaten Boyolali dengan menampilkan band-band rock lokal Jawa Tengah.

Merbabu dan Merapi Stage pra konser ‘Volcano Rock Festival’

Menjelang sore hari, ribuan calon penonton dari berbagai kota di Indonesia mulai berdatangan  ke venue acara yang mampu menampung sekitar 30.000 penonton. Hari itu Boyolali sukses dipenuhi lautan manusia berbaju hitam seperti layaknya festival rock dunia.

Sekitar jam 7 malam, God Bless tampil memanaskan ‘Volcano Rock Festival’, membuka dengan lagu ‘Menjilat Matahari’. Band yang telah mengarungi perjalanan perjalanan karir selama 45 tahun ini, lalu berturut-turut membawakan “Kehidupan”, “Cermin”,”Emosi”dan”Musisi”.

God Bless

Band yang tampil dengan formasi Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satritama (drum) ini kemudian mengajak seluruh penonton bernyanyi di lagu “Rumah Kita”.

Tempo pertunjukan sedikit turun saat God Bless membawakan “Syair Kehidupan dan “Panggung Sandiwara”. God Bless menutup penampilan mereka dengan berturut-turut, “Bis Kota”, “Trauma” dan “Semut Hitam” yang membuat seluruh penonton bergoyang dan bernyanyi bersama.

Usai penampilan God Bless, panggung sempat jeda sekitar 45 menit untuk persiapan band yang ditunggu-tunggu, Europe.

Sebelum Europe tampil di atas panggung, MC mengajak seluruh penonton yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan, “Indonesia Raya” yang membuat stadion Pandanarang bergemuruh.

Europe tampil membuka penampilan mereka dengan ‘Walk the Earth” dan “The Siege” yang diambil dari album terakhir ‘Walk the Earth’ yang rilis tahun 2017 lalu. Suasana mulai memanaskan saat lagu “Rock the Night” yang di tengah lagu disisipi potongan lagu Van Halen, “Ain’t Talking Bout Love” membuat penonton semakin bersemangat.

Joey Tempest

Joey Tempest dan John Norum

Europe

Berikutnya giliran “Scream of Anger”,” Danger on the Track”, ” Sevent Sign”,”Vasastan” yang dibawakan band yang sejak tahun 1998 lalu kembali bersama dengan formasi klasik, Mic Michaeli (keyboard), Joey Tempest (vokal), John Norum (gitar), John Leven (bass), dan Ian Haugland (drum).

“Matur Suwun” teriak Joey Tempest menyapa ribuan penonton yang memadati stadion Pandanarang. Lagu berikutnya giliran”Open Your Heart” ,”War of Kings”,”Heart of Stone” dan “Days of Rock n Roll” .

Tata suara dan tata lampu konser malam itu patut diacungi jempol karena sesuai  untuk sebuah konser band internasional sebesar Europe.

Lagu andalan dari album “Out of this World” di tahun 1988, “Superstitious” menjadi lagu berikutnya dimana di tengah lagu kembali Europe kembali membuat kejutan dimana Tempest menyisipkan potongan lagu “Here I Go Again”-Whitesnake.

Koor penonton kembali berkumandang saat lagu slow “Carrie” dari album “The Final Countdown”dimainkan. Memang di konser kali ini Europe banyak memainkan lagu dari album tersukses mereka itu.

“Stormwind”,”Prisoners in Paradise”,”Cherokee” menjadi lagu selanjutnya yang dibawakan oleh band yang baru saja  memenangkan penghargaan Grammis (Grammy Award versi Swedia ) untuk  kategori “Hard Rock / Metal Terbaik”.

Europe menuntaskan penampilan mereka dengan lagu yang melambungkan nama mereka di seluruh dunia, “The Final Countdown” yang menggetarkan seluruh stadion malam itu. Usai “The Final Countdown” penonton belum puas meskipun mereka telah memainkan sekitar 20 lagu selama kurang lebih hampir 2 jam.

“We want more..we want more” dari penonton yang masih meminta lebih banyak lagu tidak membuat Europe bergeming dan  menuntaskan penampilan mereka dengan berfoto bersama dengan para penonton.

Sampai jumpa di ‘Volcano Rock Festival’ berikutnya…Matur Suwun Europe dan God Blesss…Matur Suwun Boyolali

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account