Lawan Hoax, Facebook Blokir 30 Ribu Akun Bodong di Prancis

Facebook

Velodrome – Facebook benar-benar menunjukan komitmennya untuk memberantas berita hoax yang jumlahnya sangat banyak. Sekarang, perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini  sementara menutup 30 akun bodong di Prancis yang diduga sebagai peyebar hoax, misinformasi dan juga berita sampah.

Berdasarkan sumber yang dilansir di Tekno Tempo, Shabnam Shaik selaku Manajer Tim Keamanan FB menyebutkan jika saat ini mereka sudah lebih mudah mengenali berbagai akun bodong dengan melihat pola aktivitasnya.

Dalam salah satu posting di blognya, perusahaan yang didirikan pada Februari 2004 ini menyebutkan saat ini pihaknya telah bertindak mengamankan 30 ribu akun palsu di Prancis. Mereka juga akan memprioritaskan penghapusan akun palsu yang aktivitas posting dan audiensinya paling banyak.

Facebook

Ilustration Facebook Fake Account
Image by Pexels

FB juga menarget akun-akun palsu penyebar ‘sampah’ yang mencari keuntungan semata. Langkah tersebut diambil oleh Facebook 10 hari sebelum dilakukannya putaran pertama pemilihan Presiden di Prancis. Dan langkah agresif ini dilakukan FB untuk melawan berbagai akun yang tidak sesuai dengan ketentuan yang terdapat di FB, dibanding menunggu orang untuk komplain.

Perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat ini sekarang tengah berada dalam tekanan yang cukup hebat khususnya di Eropa. Hal tersebut terkait Eropa mengancam menerapkan hukum baru dan denda yang besar kepada Facebook jika tidak cepat membumihanguskan hoax dan propaganda ekstremis yang menyalahi hukum setempat.

Baca Juga : Facebook Berikan Cuti Hingga 40 Hari Bagi Orang Tua Baru

Dan tekanan terhadap berbagai media sosial seperti halnya Twitter, Facebook, ataupun juga YouTube ini kian hebat menjelang pemilihan umum di Prancis dan juga Jerman pada September mendatang. Di bulan April ini kabinet di Jerman juga telah menyetujui usulan undang-undang baru terkait media sosial.

Undang-Undang ini ‘memaksa’ berbagai sosial media untuk berperan yang lebih besar dalam memerangi ujaran kebencian dan berita hoax. Jika tidak melakukan, perusahaan media sosial akan bisa didenda mencapai USD 53 juta.

Saat ini Facebook telah memiliki program di Prancis untuk mengecek fakta dari luar guna memerangi beredarnya berita palsu di beranda-beranda pengguna. Dan pada Kamis (13/4/2017), Facebook juga memasang iklan sehalaman di sebuah koran ternama di Jerman guna mengedukasi para pembaca bagaimana memerangi berita hoax.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account