Film “Bunyi Hujan di atas Genting” Angkat Cerita Petrus Tahun 1980-an

Whitewood – Bagi anda pecinta film pendek jangan sampai melewatkan acara yang satu ini. Film “Bunyi Hujan di atas Genting” akan ditayangkan perdana  di Studio Sang Akar, Tebet, Jakarta Selatan pada 4 Agustus 2018 di Studio Sang Akar, Jln. Tebet Dalam I no. 22, Jakarta Selatan. Selain pemutaran perdana dalam acara ini juga akan ada  bincang-bincang bersama Krisna L. Salya, sang sutradara film serta Rama Deranau selaku produser dari Langit Merah Pictures.

Film “Bunyi Hujan di atas Genting” sendiri sebuah karya film pendek beralur non-linear dan berdurasi 20 menit, yang diangkat dari salah satu cerpen karya sastrawan legendaris Seno Gumira Ajidarma dengan judul yang sama. Diproduksi oleh Langit Merah Pictures dan D’ranau Film, “film ini akan membawa kita kembali ke era 80’an dimana Indonesia masih berada di tangan para penguasa otoriter/oligarki.

Cerita nyata dari sejarah kelam di era tersebut direkam dalam film ini adalah merebaknya pembersihan preman (mafia jalanan) di Jakarta dengan cara penculikan dan penembakan mati tanpa sistem peradilan– atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘Petrus’ (Penembak Misterius). Saat itu bukan hanya preman yang menjadi korban “Petrus”, melainkan juga mereka-mereka yang memiliki tattoo di tubuhnya. Sayangnya, para penguasa saat itu beranggapan bahwa semua orang yang bertattoo adalah preman yang harus dibasmi.

Selain didukung oleh para aktor/aktris pendatang baru berbakat seperti Athie Algazam, Rezki Fadlun, Decha dan lain-lain, film ini juga menampilkan Wondergel, band pionir indie pop era 90-an asal Jakarta sebagai musisi utama yang mengisi soundtrack keseluruhan film.
Pemilihan band lawas yang beranggotakan perempuan semua ini sebagai soundtrack dianggap pilihan tepat karena memiliki nuansa yang pas mewakili nafas suramnya kenyataan hidup Jakarta bawah tanah yang diangkat oleh film ini. Nomor-nomor seperti gelap, melankolis dan cenderung militan seperti “Pesona Indah”, “Junkie”, dan “I Miss You”diharapkan dapat menjadi perkawinan unik antara visual dan lagu di film “Bunyi Hujan di atas Genting” sebagai kunci dari nafas dan nuansa Jakarta era 80 – 90an.
Wondergel merupakan salah satu band pionir di skena independen Jakarta yang memainkan musik Britpop dengan oplosan new wave dan punk, terbentuk di era 90-an dan beranggotakan semuanya wanita. Tepatnya pada 1992, Wondergel dibentuk oleh Vivie Coaster (vokal), Meita Kasim (vokal), Nanda (gitar), Lala (bass), Meta Pramana (keyboards) dan Astrid (drums). Pada tahun 1997 mereka merilis 1 album penuh (self-titled) berisi 9 lagu di bawah naungan M Music Production/ Musica dan 4 radio single.
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account