Gudetama, Si Kuning Telur Yang Gambarkan Kultur Jepang

Gudetama, Si Kuning Telur Yang Gambarkan Kultur Jepang

Velodrome – Bagi Anda pemerhati kultur Jepang, pasti sudah familiar dengan Gudetama. Karakter kartun Jepang yang saat ini sedang naik daun di Jepang. Jika melihat bentuknya, Anda pasti akan terkejut. Gudetama adalah karakter kartun yang berasal dari kuning telur.

Karakter yang dicirikan mempunyai sifat yang cute, melankolis, kawaii, tetapi vurnerable abis ini tengah digandrungi banyak masyarakat Jepang, khususnya, dan masyarakat global pada umumnya. Apa ya rahasianya?

Saking terkenalnya, Anda bisa menemukannya di beberapa bentuk barang seperti tas backpack, mug, kartu kredit, dan pesawat terbang. Lebih gila lagi di Jepang, ada cafe yang bertamakan Gudetama guys. OMG!!!

Gudetama memiliki ciri-ciri mata sipit, seperti mengantuk sepanjang waktu, dan mempunyai bokong seperti buah peach. Ia selalu berada di tengah putih telur.

Hal yang membuat Gudetama mewakili perasaan orang adalah karakternya yang cenderung malas. Ia pun digambarkan tidak tertarik dengan masa depan, pesimis, serta enyah dengan realitas. Gudetama bisa banget jadi emoji untuk merepresentasikan perasaan masyarakat di era modern saat ini.

Karakter yang dikorelasikan dengan kuning telur ini berasal dari perusahaan animasi Jepang, Sanrio. Idenya diperoleh saat Sanrio mengadakan kompetisi karakter kartun yang berasal dari makanan.

Kirimichan, salmon fillet, menjadi pemenang di ajang tersebut. Sementara Gudetama menduduki posisi kedua. Sanrio kemudian meluncurkan keduanya dalam berbagai produk animasi. Alhasil, Gudetama tak kalah dengan Kirimichan.

Dalam kelompok kawaii, Jepang punya kategori yang beragam. Gudetama sendiri merupakan kerakter antara si jahat dan si baik, atau bisa disebut gray character. Kawaii adalah bagian dari kultur Jepang yang tidak bisa dipisahkan.

Gudetama, Si Kuning Telur Yang Gambarkan Kultur Jepang

Image : https://www.pri.org

Menurut Professor of Japanese Literature and Film University of Oregon Alisa Freedman, Kawaii digunakan  untuk mendeskripsikan image seperti anak kecil yang lucu (childlike). It’s very vurnerable kind of cute. It forcing cute taht make people want to take care of you.

Terdapat Kimo Kawaii yang diasosiasikan sebagai gro-kawaii untuk perasaan yang gloomy. Ada pula Yuru Kawai yang direpresentasikan untuk perasaan yang relaks dan kalem seperti kartun Rilakumma. Gudetama menjadi kawaii dalam bentuk baru yakni kawaii yang perlu dikasihani dan mendapat perhatian.

Karakter kartun yang dirilis masif oleh Sanrio bukan tanpa alasan. Perusahaan yang juga merilis tokoh kartun terkenal Hello Kity dan Keroppi itu memerhatikan aspek situasi orang Jepang kala itu. Pasca perang dunia kedua, orang Jepang ternyata hidup sulit dengan perasaan yang vurnerable.

Pada saat Hello Kitty dirilis 1974, perasaan kawaii yang digambarkan lebih datar karena Heloo Kitty tidak punya mulut yang tersenyum atau cemberut. Ia digambarkan dengan pita dan pakaian unik yang membuatnya lucu.

Si kuning telur hadir saat era modern dikala orang jepang dilanda banyak masalah domestik dan internasional. Banyak kejadian yang membuat orang menjadi bingung, marah, dan akhirnya menimbulkan rasa ketidakpedulian. Gudetama is done dealing with the life.

Para netizen yang terdiri dari para pemuda pun banyak merespons bahwa Gudetama adalah spirit animal yang tepat untuk menggambarkan suasana hati mereka. Wah, jadi benar dong kalau kalangan millenials itu ada yang menilai apatis. Bukan karena tidak peduli, but there is lot going on in this world.

Jika Anda butuh hiburan tidak ada salahnya melihat aksinya di Youtube. Banyak kartun berdurasi pendek yang bisa Anda jadikan obat dari kesibukan harian. Gudetama is not just a cartoon character because maybe It’s us.

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account