Harry Murti Project Kumpulan Musisi Lintas Genre Ramaikan ‘International Indie Music Festival 2018’

Whitewood – Ada kejutan di panggung  ‘Indie Season Road To International Indie Music Festival 2018′ yang berlangsung pada hari Selasa, 18 September 2018 di Melody Music Kemang Bar And Lounge, Grandkemang Hotel, Kemang, Jakarta Selatan

Panggung yang biasanya hanya menapilkan band-band indie dari berbagai genre dari berbagai kota, kali ini juga menghadirkan supergrup dari berbagai musisi lintas genre dan usia yang tergabung di Harri Murti Project. Harri Murti Project adalah semacam movement dan tempat berkumpulnya musisi-musisi dari berbagai genre dan usia yang mempunyai kesamaan ingin memajukan musik Indonesia.

Dalam keterangannya di depan para awak media dan juga penonton ‘Indie Season Road To IIMF’, Harry Murti sebagai penggagas Harri Murti Project mengungkapan, ” Project ini enjoy dan fun, tidak bicara lagi teknik bermusik. Ketika bicara seni ada rasa disitu. Teman-teman itu tahu semua itu. Jadi tidak bisa komersil”.

Nama Harri Murti awalnya melekat dengan instrumen drums. Selama kurang lebih 28 tahun, Harry telah membuat drum dengan mutu premium. Pria kelahiran Jakarta,22 Oktober 1969 dengan nama Raden Mas Harimurti Koentjoro ini, telah bermain musik sejak tahun 1980-90-an.

Pada 1995, ia mendirikan Harry Drum Craft, yang memproduksi drum berkualitas premium, berdasarkan pesanan dengan harga terjangkau. Ia juga mendirikan dan memimpin Kharisma Cipta Kreasi kemudian membangun Jakarta Drum School di tahun 2005.

Harry Murti

Di Harry Murti Project, Harri Murti mengumpulkan nama-nama musisi profesional diantara Harri Murti (bassist), EQ Puradireja ( ex-Humania), John Paul Ivan ( ex-gitaris Boomerang), Ferry H.K (drummer), Masanies Saichu (penyanyi reggae), Bastian Cozy (gitaris), Taufan Gunarso (drummer), Timur Segara (drummer), Jacob Sianipar (drumer), Amelia Ong (penyanyi wanita), Laalski (kibordis), Ahmad Ananda (gitaris) dan Yuyud (kibordis).

Amelia Ong

Malam itu Harri Murti Project menampilkan Laalski yang memainkan musik electronic (EDM) karyanya sendiri, dilanjutkan dengan Amelia Ong yang menyanyikan lagu-lagu berirama Latin-Bossanova, dilanjutkan dengan Harri Murti, Bastian Cozy, Masanies dan Ferry H.K memainkan lagu karya dari Masanies berjudul “Love You Forever” dan lagu-lagu dari Bob Marley, “Could This Be Love” dan “Waiting In Vain”. Harri Murti Project menutup penampilan dengan memainkan musik instrumental drums dari para drummer yang tergabung dalam Harri Murti Project.

Harry Murti Project

Harri Murti Project juga akan mengisi acara ‘International Indie Music Festival 2018’ yang digagas oleh Deteksi Production dan berlangsung  pada 27 September sampai dengan 7 Oktober 2018 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD dan merupakan bagian dari acara Pekan Raya Indonesia 2018. Harri Murti Project akan tampil di panggung utama  ‘International Indie Music Festival 2018’  pada hari Minggu, 30 September 2018 jam 21.00.

Jakarta Drum School (JDS) project

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account