Homemade Fabric Day : Berkarya Membuat Kain Secara Mandiri

Homemade Fabric Day : Berkarya Membuat Kain Secara Mandiri

Velodrome – Salah satu rangkaian event IKAT/eCUT yang digelar oleh Pusat Kebudayaan Jerman yakni Goethe Institute mengadakan Homemade Fabric Day. Acara yang digelar di Museum Tekstil Jakarta pada Minggu (2/4) kemarin mengundang segerombolan penikmat seni dan pengrajin serta awak media untuk mendalami pengetahun dan ketrampilan membuat kain secara mandiri.

Sebagai salah satu kategori slow fashion lab, homemade fabric day menjadi ajang untuk memproses sebuah tekstil yang menghargai ketrampilan individu dan tentunya lebih ramah lingkungan.

Ada 4 motode yang dipilih yang bisa dipraktikkan secara langsung oleh pengunjung museum. Bagi Anda yang tidak hadir dalam acara tersebut, Divertone memaparkan keempat teknik tersebut agar bisa Anda pelajari di rumah.

Homemade Weaving

Homemade Fabric Day : Berkarya Membuat Kain Secara Mandiri

Image : Divertone/Rintang A

Metode ini berasal dari Osaka, Jepang, yang memungkinkan seseorang untuk menenun secara mandiri. Homemade weaving mengharuskan Anda untuk menggunakan mesin tenun yang bernama Saori. Saori adalah mesin tenun yang dibuat sesederhana mungkin untuk dapat dioperasikan oleh penggunanya. Hal itu menjadi sebuah solusi karena mesin tenun yang digunakan penenun profesional lebih rumit dan menggunakan lebih banyak benang.

Cara mengoperasikan mesin ini sangat mudah, Anda bisa berlatih sekitar 1 minggu, dan Anda dijamin akan terbiasa menggunakannya. Alat untuk menggulung benang dibuat dengan petunjuk sederhana. Benang yang disarankan memang benang yang lebih tebal dan berdiameter lebih besar sehingga tidak akan membingungkan penggunanya.

Benang ditempatkan pada alat berbentuk oval yang membantu Anda untuk mengikatnya. Anda tinggal menarik bagian tengah untuk merapatkan benang dengan benang selanjutnya. Hal itu terus berulang dilakukan dengan dibantu dua pedal yang diinjak untuk menggantinya pada tatanan benang-benang yang lama kelamaan akan menjadi kain tenun. Motif yang bisa dilakukan terbilang sederhana yakni garis horizontal yang bisa Anda kreasikan sendiri.

Eco Print

Homemade Fabric Day : Berkarya Membuat Kain Secara Mandiri

Image : Divertone/Rintang A

Metode yang satu ini adalah salah satu metode pemberian motif pada kain menggunakan motif dari bentuk tumbuhan yang mempunyai karakter sebagai pewarna alam. Beberapa dedaunan yang mempunyai kandungan air dan warna pekat bisa digunakan untuk mempraktikkan metode ini.

Pada tahap pertama, Anda membutuhkan kain serat alami seperti kanvas dan katun sebagai medianya. Kain putih serat alami dapat mengikat warna alam dari tumbuhan lebih baik dibandingkan satin dan polyster. Ada tinggal menata daun daun di atas kain yang adakan diberi warna dengan motif tertentu.

Anda bisa mengkreasikannya sesuai dengan selera Anda begitupun daun-daun dan tumbuhan pipih yang Anda pilih. Tutup kain yang sudah diberikan tumbuhan perwarna alam yang sudah Anda susun sedemikian rupa dengan kain lainnya. Setelah itu, Anda memukul bagian yang akan diberikan motif dengan palu atau batu. Lakukan tahap ini sampai kain mengeluarkan warna dari tumbuhan perwarna alam yang mengalami penyerapan pengikatan.

Ketika keselutuhan kain telah terisi warna, lepaskan kain penutup dan Anda akan meilhat hasilnya. Pada proses fiksasi yakni pengikatan agar warna tidak luntur, Anda bisa merendam kain tersebut dalam waktu tertentu dalam air yang telah diberikan bahan pengikat warna seperti garam dan cuka. Semakin lama Anda merendam, warna tersebut Akan semakin terikat dalam serat kain. Motode ini adalah metode yang sudah lama Ada. Salah satu desainer fashion yang mengaplikasikan teknik ini adalah Ella Trimurti.

Linocut Stamping

Homemade Fabric Day : Berkarya Membuat Kain Secara Mandiri

Image : Divertone/Rintang A

Teknik ini pada dasarnya adalah teknik mengecap kain dengan media karet Linoleum yang berbentuk seperti kertas. Karet Linoleum dipotong dengan motif tertentu dengan memberikan ruang diantara bentuk keseluruhan menjorok cembung ke dalam. Karet Linoleum yang sudah mempunyai bentuk tertentu kemudian dioleskan dengan pewarna tekstil yang Anda bisa beli di toko terdekat.

Oleskan kuas yang telah diberikan cat depada karet kemudian tempelkan Linoleum tersebut pada kain. Tekan sedikit untuk memberika hasil cap yang sempurna. Saat Anda sudah yakin cat telah menyerap ke kain, Anda bisa angkat Linoleum tersebut. Biarkan beberapa saat agar cat di atas kain tersebut kering. Setelah itu, Anda bisa menikmati hasilnya.

Teknik ini tidak mengharuskan Anda menggunakan kain berserat alami, kain yang lebih glossy seperty polyster dan satin bisa gunakan. Jika motif yang Anda hasilkan semakin meningkat secara susunan, Anda sudah bisa dianggap berhasil mengaplikasikan teknik sablon atau cap model ini. Seniman yang mengaplikasikan metode ini adalah Ratu R Saraswati yang karyanya banyak berbentuk scarf.

Hapazome

Image : Divertone/Rintang A

Hampir serupa dengan Eco Print, teknik Hapazome menggunakan pewarna alam dari tumbuhan yang mempunyai pigmen warna yang dapat meresap ke kain. Hal yeng membedakan proses ini dengan Eco Print adalah fiksasi yang langsung diterapkan pada tumbuhan. Material pengikat dan peluntur warna yang biasa disebut mordan antara lain garam, cuka, tawas, baking soda, dan sabun.

Mordan tersebut akan direaksikan langsung kepada tumbuhan dengan menaburkannya pada bagian tanaman. Setiap tanaman akan mempunyai reaksi yang berbeda ketika diberikan mordan. Warka akan terlihat lebih pekat atau malah luntur dan kadang juga berubah warna.

Proses ini mengalami reaksi kimia karena terdapat perubahan asam dan basa pada tanaman. Tumbuhan yang sudah diberi mordan diletakkan di di atas kain kemudian ditutup dan dipukul dengan benda keras seperti palu. Ketika melakukan proses ini, Anda akan melihat langsung reaksi kimia pada tenaman yang warnanya mulai meresap ke kain. Melalui teknik ini, Anda tak perlu melakukan fiksasi dan bisa dikreasikan seperti warna gradasi lho.

Penasaran dengan teknik-teknik ini, untuk menjawabnya hanya dengan cara mencobanya. Jadi, jika Anda bosan dengan motif kain yang itu-itu saja. Teknik mandiri ini mengajak Anda untuk berkreativitas. Hasilnya pun dijamin tidak akan ada yang menyamai. Selamat bereksperimen dengan kain Anda.

 

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account