Krisis Keuangan, Perusahaan Wearable Jawbone Dikabarkan Gulung Tikar

Jawbone

Velodrome – Sudah berdiri sejak 1 Desember 1999, Jawbone harus rela gulung tikar setelah sebelumnya perusahaan aplikasi berbasis musik SoundClouds juga merumahkan banyak karyawannya. Memang sepertinya di tahun 2017 ini sejumlah perusahaan teknologi harus menelan pil pahit berupa kebangkrutan.

Jawbone sendiri merupakan sebuah perusahaan wearable technology yang didirkan oleh Alexander Asseily dan Hosain Rahman. Perusahaan ini berbasis di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Setelah dikabarkan mengalami krisis keungan selama satu tahun terakhir, perusahaan ini dikabarkan akhirnya terpaksa tutup.

Masalah keuangan yang mendera mau tidak mau berdampak terhadap layanan kepada para pelanggan, kurangnya persediaan barang sampai ditinggal sejumlah petingginya. Tak pelak membuat Jawbone semakin terpuruk, dan gulung tikar merupakan akhir yang harus dirasakan.

Saat ini, perusahaan yang populer dengan Bluetooth-nya ini tengah melakukan proses likuidasi dan menyelesaikan masalah keuangan, seperti halnya menyelesaikan segala masalah utang piutang. Sayangnya, pihak terkait masih enggan untuk berkomentar mengenai hal tersebut.

Baca Juga : Lama Menghilang, Google Glass Lakukan Update Perdana

Padahal, kabar tersebut sudah sangat santer terdengar di berbagai media. Bahkan ada yang menyebutkan jika perusahaan wareable ini akan berganti nama menjadi Jawbone Health Club yang kabarnya akan berkonsentrasi pada produk-produk teknologi dalam bidang kesehatan.

Selain itu dikabarkan juga Hosain Rahman yang merupakan co-Founder dan Chief Executive dilaporkan akan menjadi CEO di Jawbone Health Club. Kabarnya juga, mantan karyawannya pun akan mengikuti Rahman bekerja di lini bisnis yang baru.

Kabar penutupan itu juga beredar setelah munculnya lowongan pekerjaan yang merujuk ke Jawbone Health. Menelisik ke belakang, selama kurang lebih 18 tahun kehadiran perusahaan wareable ini di industri teknologi, perusahaan ini mengalami pasang dan surut.

Bahkan sempat menghimpun modal mencapai ratusan juta dari sejumlah perusahaan di Silicon Valley. Jawbone didukung oleh 450 pegawai dan memiliki nilai mencapai USD 3 miliar atau setara dengan Rp 40 triliun.

Namun pada 2015 silam, perusahaan ini kewalahan meladeni pesaingnya seperti halnya Fitbit. Perjalanan perusahaan ini semakin sulit saat tren perangkat gelang dengan dukungan teknologi semakin tidak populer. Dan oleh sebab itulah hal tersebut berdampak sampai sekarang ini.

Sumber

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account