Komunitas AOIR Sukses Gelar ‘Road To Liam Gallagher”

Velodrome – Komunitas para penggemar band britpop asal Manchester, Oasis, yang tergabung dalam Aliansi Oasis Indonesia Raya ( AOIR ), sukses menggelar event ‘Road To Liam Gallagher’ pada hari Jum’at, 28 Juli 2017.Selain AOIR, event ini juga didukung oleh Divertone dan Selecta Pop.

Dihadiri sekitar 300-an penonton, acara yang mengambil tempat di JK7 Swiss-belhotel, Kemang ini, sukses menghadirkan band-band dari yang mengcover lagu-lagu dari Oasis, maupun Beady Eye.

Tujuan digelarnya event ini sebenarnya adalah dalam rangka menyambut kedatangan mantan vokalis band Oasis, Liam Gallagher di Indonesia pertama kalinya. Meskipun konser solo Liam Gallagher tersebut mengalami penundaan, tidak menyurutkan komunitas AOIR untuk tetap menggelar ‘Road To Liam Gallagher’.

Acara dibuka tepat pukul 9 malam dengan penampilan dari 3 band hasil audisi dari komunitas AOIR yaitu Scaphonyx, Radio Supernova dan  Groupname. Groupname tampil cukup apik membawakan lagu-lagu Oasis dengan versinya sendiri.

Setelah penampilan dari ketiga band audisi, panggung kemudian diambil alih oleh kolaborasi jam session vokalis band Planet Bumi, Nyoman dan gitaris band Glue, Ludy yang dibantu juga gitaris Mejikpay, Fani, membawakan lagu ‘Hello’ dan ‘Wonderwall’ .

Tampil berikutnya adalah band dari komunitas AOIR, Supersonik yang membawakan lagu-lagu dari Beady Eye dan ditutup dengan lagu Oasis, ‘All Around The World’.

Mejikpay menjadi yang berikutnya memanaskan panggung malam itu. Tampil dengan beberapa formasi baru, Mejikpay membuka penampilannya dengan lagu ‘Do You Know What I Mean’. Panggung semakin panas saat mereka membawakan ‘Supersonic’ yang diambil dari debut album Oasis, ‘Definitely Maybe’. Mejikpay menutup penampilan dengan lagu ‘Don’t Look Back in Anger’ dengan mengajak seluruh penonton yang hadir malam itu tanpa iringan musik, layaknya Liam Gallagher saat tampil Glastonbury Festival 2017.

‘Road To Liam Gallagher’ malam itu ditutup oleh band britpop asal Jakarta, Whatever. Dibuka dengan lagu Oasis, ‘Morning Glory’, Whatever membuat panggung malam itu semakin panas. Dilanjutkan dengan ‘She’s Electric’ dan single perdana dari Liam Gallagher,’Wall Of Glass’, Whatever sukses membuat penonton ber’sing-along’ dan moshing layak panggung britpop di tahun 90-an.

Menurut ketua Aliansi Oasis Indonesia Raya ( AOIR ), Rocky Mayka, dirinya tidak menyangka acara yang dipersiapkan dalam waktu yang sangat mepet ini, disambut dengan antusias para pecinta band Oasis dari berbagai usia dan kalangan. Ingin lebih akrab dengan komunitas ini? yuk kita gabung disini.

‘Oasis is not a band…it’s a generation’

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account