Laze Luncurkan Single Dan Video Musik Baru “Mengerti”

Whitewood – Sebuah lagu dari album ‘Waktu Bicara’ milik Laze yang dirilis bulan maret lalu, “Mengerti” adalah musik tema bagi para pekerja di kota besar dengan segala tujuan dan rintangannya. “semua inginkan dana yang berlimpah, macam ibukota Peru mobil ada lima” rapal Laze menceritakan ambisi orang orang dikota untuk hidup bergelimang harta namun digambarkan secara ringan dan nada bicara yang santai diatas musik besutan produser Hip Hop asal Bandung Riza Rinanto. Tidak hanya itu penyanyi Ayub Jonn yang juga merupakan salah satu anggota ONAR turut serta memberi kontribusi nada mendayu namun lugas dan mudah ditangkap memberi rangkuman singkat tentang orang yang bekerja tiada henti hentinya.

Videoklipnya sendiri memperlihatkan Laze dan Ayub Jonn silih berganti profesi diawali dengan adegan sebagai kenek bus dan seorang pengamen dan beberapa detik kemudian lokasi berubah dan mereka bekerja di sebuah minimarket bernama “onarmart” Agung Pambudi selaku sutradara videoklip ingin menggambarkan keragaman profesi di ibukota mulai dari seorang kenek, karyawan minimarket, figur publik yang arogan serta kuli bangunan semua dengan rintangannya masing masing yang bersifat komedi.

Diproduseri oleh Raven Navaro dan Giovani Rahmadeva ide ide ini berhasil diwujudkan sesuai dengan naratif yang ada didalam lirik Laze,  keserakahan, kesulitan, atau bagian detil seperti “dambakan hidup tanpa stress, hari hari lebih manis dari janji capres” digambarkan foto Laze dan Ayub Jonn dalam sebuah lembaran di dinding yang menyerupai poster presiden. Diantara maraknya musik dan visual ala barat yang belakangan ini mencuat di belantara musik Indonesia. Video musik ini begitu terasa bumbu kearifan lokalnya tanpa iming iming kemewahan a la Hip Hop pada umumnya. Laze memang lebih focus menulis lagu berbahasa Indonesia karea dirasa  pesannya lebih bisa menyentuh pendengar.

Laze lahir dengan nama Havie Parkasya. Telah berkutat di skena musik hip-hop sejak duduk di bangku SMA, ia jatuh hati dengan cara penulisan serta struktur lagu rap yang memungkinkannya untuk bercerita dengan detail, cerdas, namun juga puitis. Laze memenangkan rap battle pertamanya di usia 15 tahun dalam acara Hip-hop Asongan yang diadakan oleh senior hiphop Indonesia, Saykoji, dan berhasil keluar merebut juara utama. Berangkat dari hal tersebut Laze terus mengikuti kontes di ajang seperti Soulnation dan kembali mendapatkan predikat juara, dan akhirnya membuatnya sadar bahwa ia memiliki kemampuan untuk berima dengan spontan tanpa harus menulis terlebih dahulu.
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account