Liam Dan Noel Gallagher Kembali Berseteru Di Awal 2018

Whitewood – Perseteruan antara dua bersaudara mantan personil band Oasis, Liam dan Noel Gallagher , tampaknya akan kembali memanas. Bulan lalu, sempat dikabarkan bahwa hubungan diantara mereka “baik-baik saja” seperti dalam akun Twitter Liam dan juga wawancara dirinya dengan Sydney Morning Herarld dimana Liam sedang menjalani tur di benua Kangguru tersebut. Bahkan Liam mengungkapkan kemungkinan untuk merayakan natal bersama.

Namun setelah masa liburan berakhir, sepertinya perseteruan di antara keduanya akan kembali dimulai. Seperti juga di waktu sebelumnya, Liam sering mengungkapkan pendapat di akun Twitternya, dimana kali ini Liam merespon wawancara Noel dengan podcast asal Britania Raya, Sodajerker, ketikan ditanyakan banyak artis yang berkolaborasi dengan banyak penulis lagu.

Dalam wawancara itu, Noel menyebut ‘anak kita’ yang mengacu kepada Liam, Richard Ashcroft ( The Verve ), Ed Sheeran dan “anak kecil yang keluard dari One Direction” (Harry Styles).

Podcast tersebut direkam di bulan November 2017 dan dirilis bersamaan  saat Liam memtweet “semua baik” tentang hubungannya dengan Noel.

Liam yang merasa tersinggung karena dirinya juga adalah pengagum Richard Ashcroft memtweet,”Orang-orang ingin pergi kesana dan menemukan saya menunggu..membaca wawancaranya  kamu akan menemukan saya disana…dia tidak berkoar tentang siapa yang menulis di tahun 90-an saat saya membuat dia kaya dan terkenal, dia penuh dengan kebohongan.”

Seorang fans membalas,”Bagaimana dengan perdamaian (?)” . “Persetan perdamaian,”Liam membalas.

Lalu Liam menambahkan,” Saya telah bersikap seperti yang dia inginkan,”Liam berkata. “Membaca wawancaranya dengan mulut besarnya dan dia butuh untuk dibilangin,”

Liam juga mengatakan dia telah gagal untuk menyatukan kembali Oasis dimana mantan gitaris, Paul ”Bonehead” Arthur tidak tertarik dengan ide itu. Selain itu Liam juga terpengaruh dengan wawancara Noel dengan outlet Australia, Music Feeds, yang menanyakan kemungkinan reuni Oasis untuk menggelar tur besar seperti yang dilakukan band rock Guns N’Roses.

https://www.billboard.com/

“Ya, jika Axl Rose atau Slash atau orang-orang itu sehebat saya, mereka tidak akan berada di Guns N’Roses,” Noel mengatakan. “Saya tidak butuh kejayaan lagi, saya tidak butuh menjadi rocker kelas stadion lagi, saya melakukan itu saat berusia 20-an dan 30-an dan 40-an dan saya bagus pada saat itu. Saya tidak mau secara rutin menjadi rocker stadion saat saya berusia 50 tahun, saya pikir itu tidak .”

Noel juga memberi tanggapan tentang Liam mendapat piala “Godlike Genius” dari NME, “Anda tahu, seperti, ketika sebuah tim menjuarai Premier League (Liga Inggris) dan mereka memberikan penjaga gawang  ketiga sebuah medali hanya untuk hadir disana ? Itu seperti,’Anda tidak tidak melakukan apa-apa, kan ?Anda tidak melakukan apa-apa.  Tetapi anda tiba-tiba hadir dan mendapatkan medali.’ Jadi seperti itu rasanya ”

Sementara itu Liam membalas dengan memberi penilaian tentang konser Noel menjadi pembuka band U2 yang disebut sebagai “Bingo and His Naff Band” dan juga menyebut Noel menjadi “anjing pangku” untuk Paul Weller.

Liam dan Noel Gallagher akan tampil di festival yang sama di tahun 2018 ini yaitu di  I-Days Festival di Milan, Italia, pada 21 – 24 Juni 2018 bersama Pearl Jam, The Killers dan Queens of the Stone Age.

Liam Gallagher juga  akan tampil di Ecovention Ancol, Jakarta Utara pada hari Minggu, 14 Januari 2018 dalam rangka tur debut albumnya ‘As You Were’.

 

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account