Mengenal Zine yang Semakin Populer di Kalangan Komunitas

Mengenal Zine yang Semakin Populer di Kalangan Komunitas

Velodrome – Di saat media cetak seperti surat kabar dan majalah mulai ditinggalkan ada fenomena sosial baru yang muncul yaitu zine. Saat ini popularitas media cetak mini itu semakin mencuat di beberapa komunitas komunitas. Sebenarnya apa sih zine, dan apa bedanya dengan media cetak yang sudah ada terlebih dahulu.

Zine atau fanzine merupakan sebuah media publikasi cetak alternatif yang biasanya diterbitkan secara personal atau kelompok kecil. Sirkulasinya lebih kecil karena memang tujuan segmentasi mereka lebih mengarah pada kelompok kecil atau pun komunitas. Informasi yang dimuat biasanya seputar fan-fiction, politik, puisi, seni, desain, dan jurnal personal sampai isu yang berbau feminisme hingga subkultur seperti punk.

Di awal kemunculannya sendiri zine digunakan sebagai alat untuk pergerakan melawan media mainstream dengan segmentasi yang spesifik.

Pengamat media menilai bahwa popularitas zine menjadi kian meningkat karena berkembangnya kelompok sosial, sub kultur, serta komunitas yang membutuhkan informasi khusus. Alasan lain kenapa fanzine menjadi populer di era ini karena kemampuannya membangun intimasi dengan segmentasi pembaca karena informasi yang cenderung dekat dan related dengan keinginan pembaca.

www.vice.com – Salah satu installasi Photozine di Center for Photography 

Baru-baru ini Center for Photography at Woodstock di New York memamerkan photozine yang dibuat oleh 50 seniman. Karya yang dipamerkan membangun sisi demokratis dan liberal para kreator dalam bentuk foto yang punya kesan tanpa sensor dan dibiarkan mentah.

Jurnalis Juan Madrid dan Calros Loret De Mola menjabarkan pentingnya zine saat ini bagi suatu kelompok sosial dan masyarakat. Salah satu faktornya adalah mengkompilasi informasi khusus karena arus informasi media online saat ini yang jumlahnya begitu banyak.

Jenis zine yang saat ini banyak diminati adalah photozine yang memang lebih menonjolkan gambar atau foto dibandingkan informasi berupa teks. Zine menjadi media ekspresi tanpa batas yang memungkinkan kreator bebas membuat konten yang kontroversial, provokatif, dan terkesan mentah.

Fanzine dan Community Zine

Menurut Juan melalui VICE, zine menjadi salah satu media untuk membangun komunitas lebih dekat secara personal. Zine bisa menyampaikan pesan-pesan perspektif yang hanya dimengerti dan mau dibaca oleh para anggota komunitas tersebut.

Carlos pun mengungkapkan bahwa zine sangat mungkin direalisasikan dan disebarkan meskipun situasi media cetak saat ini yang cenderung menurun. Ikatan personal tersebut lah yang membuat pembaca ingin memiliki zine sebagai arsip dari karya original yang tangible.

Terlebih bentuk atau format zine yang sekarang juga bisa dikonsumsi dengan betuk e-paper. Lihat saja situs seperti issuu.com yang banyak dijadikan platform media untuk mempublikasikan zine. Beberapa zine hanya berisi foto dan gambar dengan desain yang se-artsy mungkin. Ala-ala pinterest gitu deh.

Ada pula zine yang dibentuk oleh satu kelompok musik dan penyanyi untuk mendekatkan sang musisi dengan fansnya. Hal itu pernah dilakukan oleh Kanye West, rapper kulit hitam asal Amerika Serikat. Jika menjelajahi Hypebeast, Anda akan merasa bahwa majalah tersebut lekat dengan kelompok sosial berkulit hitam.

Sumber

Penulis : Rintang Azhar

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account