Menyatukan Perbedaan Dan Peduli Bencana Di Konser Nasyid & Sholawat 2018

Whitewood – Semakin dekatnya tahun 2019 yang merupakan tahun politik karena akan digelarnya pemilihan presiden dan anggota legislatif baru membuat semakin besar potensi konflik di antara masyarakat Indonesia. Selain itu terjadinya bencana alam di berbagai daerah di Indonesia juga menimbulkan keprihatinan mendalam serta membutuhkan kepedulian nyata untuk para korban bencana.

Atas dasar itulah beberapa elemen masyarakat dari berbagai kalangan lintas generasi, agama, musik sampai politik  akan menggelar  “Konser Nasyid & Sholawat Untuk Kerukunan Bangsa, Peduli Palu, Sigi, Donggala, NTB” pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 di Istora Senayan, Jakarta, mulai jam 8 pagi. Di acara yang menampilkan para juara di festival Nasyid 2018, juga akan menghadirkan musisi-musisi lintas genre, baik dari kalangan indie sampai ternama, serta juga artis dan tokoh-tokoh nasional.

Beberapa musisi yang akan hadir di acara ini diantaranya adalah Payung Teduh, Element, GPro Band, Natasha Pramudita, Ain’t She Sweet, Ustadz Jamming, EsaEstu, Harry Murti Project, Ayu Hutagalung, Quinzella, Walaq, Masqa, Rull Darwis, Meggie, Bivo, Andre Reagae, D’Friends, Ellectra dan masih banyak lagi.

Ferdy (Element) memberi keterangan

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa, 16 Oktober 2018 di  Melody Music Cafe & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, hadir ketua penyelenggara acara – Faris, pemerhati musik Indonesia – Harry ‘Koko’ Santoso, Lukmanul Hakim – ketua Arus Baru Indonesia (ARBI), perwakilan tokoh peduli bencana dari lintas agama serta para musisi yang akan mengisi acara diantarannya Ferdy Taher dan Lucky Wija (Element), Edi Kemput dan Rere (Ustadz Jamming), Amiroez dan Maxi Pandelaki (G-Pro), Natasha Pramuditha, Bivo, Okta (Quinsella ), Drestanta dan Alam (Ain’t She Sweet), Evan (EsaEstu) dan lain-lain.

Dalam sambutannya Faris dari Asosiasi Nasyid Nusantara yang juga  ketua penyelenggara mengungkapkan, “Nasyid itu kan artinya senandung kebaikan, musik yang menyampaikan kebaikan, dan kali ini untuk kerukunan bangsa, untuk peduli kepada yang tertimpa musibah bencana alam. Konser pada 20 Oktober nanti free entry, siapkan donasi dalam jumlah uang berapapun,”

Faris ketua penyelenggara “Konser Nasyid & Sholawat Untuk Kerukunan Bangsa, Peduli Palu, Sigi, Donggala, NTB”

Sementara Harry ‘Koko’ Santoso selaku pemerhati musik Indonesia mengungkapkan, “Jadi acara ini bukan hanya lintas genre musik tapi juga lintas generasi, jadi dari yang senior sampai yang indie, saya rasa semua yang membawa kebaikan dan membawa kerukunan itu yang kita sarankan, jadi semoga juga bisa menghibur. Semua elemen bangsa kita undang jadi bagaimana menciptakan kerukunan jadi dengan rukun ke depannya kita bisa menyelesaikan masalah, syaratnya rukun dulu.”

Lukmanul Hakim dari ARBI juga menambahkan, “Jadi jangan sampai dikembangkan kalau beda adalah musuh, beda yah beda saja, beda artinya saudara, beda adalah warna, , beda itu adalah saudara, beda itu kekuatan kita bersama, beda itu adalah negara kesatuan Indonesia dan bangsa kita semua. Nasyid sebuah senandung yang mengarah kepada nasehat-nasehat yang positif, kita ingin mengarahkan penerus generasi memiliki karakter yang selama ini terabaikan.”

 

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account