Mimpi Besar Frans Untuk Meruvian Agar Indonesia Menjadi Global Player

Velodrome – Saat ini kita hanya menelan berita kesuksesan pengusaha berbasis teknologi usia muda yang ramai diperbincangkan di media. Tapi bagaimana mencetak generasi muda Indonesia untuk terjun ke kancah pertempuran industri IT, jarang sekali kita dengar beritanya.

Salah satu mesin pencetak generasi IT berbakat adalah Meruvian, sebuah yayasan yang didirikan oleh almarhum Frans Thamura dan sudah berjalan hampir 11 tahun dengan program andalanya j-technopreneur. 

Program ini bertujuan menghasilkan pengusaha-pengusaha muda berbasis kemampuan dan pengetahuan Java, suatu bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat membuat berbagai bentuk aplikasi sesuai kebutuhan baik itu desktop, web, dan sebagainya.

Meruvian berdiri didasari oleh mimpi besar pendirinya yang berharap Indonesia menjadi global player di industri ini, sulit memang, tapi itulah biaya yang harus dibayar untuk kemajuan bersama.

Hal itu terbukti dari siswa-siswa di institusi yang dipimpinnya ini berasal dari latar belakang ekonomi bawah yang berdomisili di daerah. Anak-anak itu berasal dari luar Jakarta. Mereka khusus datang ke Jakarta untuk mengikuti program magang tahap 1 di Meruvian Center. Selama enam bulan, mereka dibekali kemampuan programming (OSS dan Java).

Meruvian Facebook

Sisanya adalah anak-anak alumnus beberapa SMK dari Rembang dan Kendal. Mereka sebelumnya pernah mengikuti program magang yang sama. Kini mereka menjadi pendamping adik-adik angkatannya.

Selain itu, mereka sekaligus sedang melanjutkan program berikutnya di Meruvian. Anak-anak terpilih tersebut telah dan sedang difasilitasi untuk mendapat program beasiswa melanjutkan kuliah S-1, bahkan S-2, di sejumlah kampus.

Awalnya Meruvian hanya fokus untuk mahasiswa, namun sekitar tahun 2008, penyerapan digeser untuk lebih konsentrasi pada lulusan SMK. Karena ternyata lulusan SMK masih banyak yang belum benar-benar siap memasuki dunia kerja.

Meruvian didesain dengan kewajiban kerja sosial bagi para alumninya. Sehingga bagi mereka yang telah  sukses, memiliki kewajiban membantu mengentaskan anak-anak peserta program berikutnya. Metode kaderisasi yang diterapkan inilah membuat Meruvian tetap bertahan hingga saat ini.

Lalu, dari mana Meruvian membiayai program, khususnya untuk operasional sehari-hari selama ini? almarhum mengatakan bahwa semuanya dibiayai secara mandiri. Salah satunya dengan metode bagi hasil order dari perusahaan ataupun institusi yang membutuhkan penyediaan software garapan mereka.

Maju terus rekan-rekan Meruvian, mari kita kita lanjutkan cita-cita besar Frans Thamura demi kemajuan putra bangsa ini.

4 Comments
  1. agungyanto 1 year ago

    Selamat jalan om Frans.. terima kasih sudah berbagi ilmu

  2. taufik nugraha 1 year ago

    Meruvian, bagus banget visinya

  3. Imam 1 year ago

    Lanjutkan bro

  4. aji saputra 1 year ago

    salut

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account