Lima Pertunjukan Fashion Paling Politis di Menswear Show

Velodrome – Rangkaian fashion week di kota besar seperti London, Milan, Paris, dan New York sudah usai. Pertunjukan fashion musim gugur dan dingin 2017-2018 meninggalkan sebuah pesan eksplisit.

Jika membandingkan dengan womenswear show, ada menswear show menjadi ajang untuk sebuah protes pada tahun ini. Pesan tersembut nampak saat para desainer memberanikan diri mereka untuk menyampaikan pesan politis di dalam rentetan koleksi.

Dalam perkembangan dunia saat ini, tahun 2016 sampai 2017 menjadi sebuah gambaran isu-isu yang besar seperti kemanusiaan, pengungsi, Brexit, dan pemilihan umum Amerika Serikat sensasional. Para desainer menerjemahkan sebuah pesan tersebut melalui desain, tipografi, simbol, hingga papan protes layaknya massa yang berdemo.

Divertone merangkum lima pertunjukkan fashion mode yang dinilai paling politis pada fashion week musim gugur dan dinggin untuk tahun 2017-2018.

1. Balenciaga

Image : www.worldclassnewyork.com

Ketika menilik pertunjukan mode Balenciaga awal tahun ini, Creative Director Demma Gvasalia memperlihatkan sebuah sosok di balik desain-desain yang ia buat. Sebut saja Bernie Sanders, kandidat presiden partai Demokrat dalam pemilihan umum Amerika Serikat  tahun lalu. Fashion image  yang kentara pada saat itu memperlihatkan bahwa Gvasalia adalah pendukung Bernie Sanders, bukan Trump ataupun Hillary.

Dalam desain Balenciaga logo kampanye Barnie Sanders diganti dengan logo brand dari Paris itu. Barnie dianggap sebagai sosok yang dibutuhkan dunia saat ini untuk memimpin negara adidaya tersebut dibandingkan Trump dan Hillary yang dinilai mempunyai sisi gelap bagi kursi kepresidenan. Bernie Balencigaa logo terlihat dalam shapeless t-shirt, bomber jacket, and blanket scarves di runway.

2. Public School (PSNY)

Image : www.i-d.vice.com

Creative Director PSNY yakni Dao-Yi Chow and Maxwell Osborne terang-terangan dalam memperlihatkan sebuah protes bagi Amerika Serikat yang saat ini dipimpin oleh Donald Trump. Tidak ada cara yang lebih baik melantangkan sebuah protes kecuali melalui seni. Hal itu dilakukan oleh kedua desainer brand yang memenangkan CFDA awards beberapa tahun lalu itu.

Gambaran paling signifikan terlihat pada topi atau cap berwarna merah yang menjadi tanda kampanye Donald Trump. Ia mengganti slogan “Make America Great Again” menjadi “Make America New York”. Alasan mengganti slogan tersebut dengan kata “New York” adalah keterwakilan kota tersebut sebagai simbol keberagaman, toleransi, dan inklusi.

3. Raf Simons

Pertunjukan Fashion Paling Politis di Menswear Show

Image : http://www.highsnobiety.com

Sejak memindahkan brandnya ke Amerika Serikat, debut Raf Simons sebagai desainer asal Belgia di negeri Paman Sam langsung mengundang kontroversi. Ia tak segan merilis koleksi yang menyindir pemerintahan Trump di atas runway.

Ia menamai koleksinya dengan Raf Simons Youth Project (RSYP) untuk mengajak anak muda menggunakan suaranya di saat genting dalam situasi politik saat ini. Dengan signature design yang oversized shioullette, Raf Simons membuat sabuk pengikat dari plastik yang bertuliskan “Walk with Me” atau layered t-shirt yang bertuliskan “New Dawn Fades” dan “Out of This Nightmare?”.

Pengikat coat yang berbahan plastik itu dinilai sebagai restriction seperti layaknya “police line” untuk menandai larangan orang untuk melewati batas tersebut. Hal itu berarti, “it’s difficult to get in to that states which is USA for now”.

4. Private Policy

Pertunjukan Fashion Paling Politis di Menswear Show

Image : http://autre.love

Pertunjukan fashion brand asal Amerika satu ini juga mengundang pertanyaan dari desain-desainnya yang Bold dan politis. Melihat nama brand Private Policy, brand ini sepertinya memang mempunyai tujuan untuk mengawasi sebuah kebijakan berbagai negara dalam sebuah desain fashion.

Ketika melihat aksi panggung runway, dahi para model bertuliskan kata-kata seperti “refugee”, “terrorist”, dan “drug dealer”. Inspirasi presentasi mode tersebut mengambil dari fenomena globalisasi yang memberikan dampak pada sistem global. hal itu berimplikasi pada setiap aksi dari sebuah negara kepada negara lain. Beberapa media mengulasnya sebagai dark era turned to be a dark collection.

5. Robert James

Pertunjukan Fashion Paling Politis di Menswear Show

Image : www.conversationsabouther.net

Presentasi mode Robert James memperlihatkan pernyataan yang terang-terangan dengan sebuah unjuk rasa seperti yang dilakukan Chanel dan Viviane Westwood beberapa tahun lalu. Para model yang menjadi representasi desain mengenakan pakaian layaknya demonstran dengan membawa papan protes dengan berbagai tulisan.

Isu-isu dalam papan tersebut adalah fakta alternatif dari pendekatan-pendekatan kebijakan Donald Trump yakni #RefugeesWelcome, #NoBandNoWall, #WomanMerch #NotMyGovt, #BrigdesNotWalls, dan pernyataan protes lainnya. Desainer mode satu ini tak takut menyuarakan protes sekeras ini di bawah negara yang dianggap paling liberal itu.

 

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account