Pharrel William Jadi Pria Pertama Di Chanel Campaign

Pharrel William Jadi Pria Pertama Di Chanel Campaign

Velodrome – Salah satu brand fashion tertua di dunia, Chanel tidak mau melebarkan sayap ke pasar menswear. Everything is about woman. Brand yang sudah terbentuk 108 tahun yang lalu itu tak banyak mengekspor seorang pria dalam panggung runway. 

Meskipun beberapa model pria seperti Baptiste Giabiconi dan Lucky Blue Smith pernah tampil di runway mereka, itu hanya menjadi sebuah gambaran imaji pria yang akan besanding dengan Chanel woman. Kemunculan sosok prominance selain model pria adalah penyanyi K-Pop, G-Drgon, dan penyanyi kulit hitam Pharell WIlliams.

Pharrell Williams sepertinya memang sosok yang penting bagi Karl Lagerfeld, sang creative director. Sebelumnya, Pharrell menjadi salah satu model yang berjalan di runway Chanel Cosmopolite tahun lalu. Namun, kemunculan Pharrell baru-baru ini di Gabrielle Chanel Bag Campaign banyak mengejutkan pemerhati mode.

Bagaimana tidak, Pharell Williams adalah satu-satunya pria pertama yang muncul secara solo untuk promosi produk tas Chanel.

Dalam campaign tersebut, Pharrell tampil seorang diri dengan mengenakan Chanel Suit Blosue, Chanel Jewelry, dan Sling hobo bag yang menajdi pusat perhatian.

Dalam setting cerita di campaign tersebut, Pharrell masuk ke sebuah ruangan yang nampak seperti auditorium konser musik. Pharrell berusaha mencari orang lain hingga kahirnya ia bertemu dengan seornag anak berkulit hitam. Anak tersebut membuka telapak tangannya yang bertuliskan “Gabrielle”.

Seperti yang diketahui, Gabrielle adalah nama depan asli dari Coco Chanel, sang pendiri merek fashion mewah tersebut.

Tas yang digunakan Pharell terbuat dari bahan kulit yang berbalut dengan rantai-rantai seperti menyeruapi dengan koleksi yang ditampilkan pada Chanel FW 2017/2018. Secara desain, hobo bag yang dikenakan oleh pelantun lagu “Happy” mempunyai desain yang klasik. 

Dalam dunia fashion saat ini, latar belakang ide desain pakaian banyak dilandasi oleh aspek androginy yang memang diperuntukkan untuk kalangan unisex. Bahkan, dorongan ide tersebut jauh melangkah pada penempatan konsep pakaian wanita yang bisa dikenakan oleh pria.

Kemunculan Pharrell di Chanel Bag Campaign seakan memberikan pesan bahwa pria bisa saja memakai tas-tas Chanel yang notabene hanya diperuntukkan untuk perempuan saja. Tidak hanya tas semata, perhiasan Chanel pun bisa dikenakan oleh seorang penyanyi hip-hop laki-laki seperti Pharrell.

Apa yang membuat seorang penyanyi kulit hitam dijadikan citra untuk lebih menonjolkan androginy? Hip-hop dan rapp world dalam sejarahnya memang punya citra yang maskulin. Jadi, citra yang ditunjukkan dalam panggung  fashion kali ini memang menantang sebuah patokan pada seorang seniman kulit hitam.

Di samping itu, membuat citra adrogyny kepada pria berkulit hitam akan menimbulkan citra yang lebih kentara karena mamang mereka teridentifikasi sebagai sosok yang terkenal swag dan strong. Sepertinya Karl Lagerfeld sudah memikirkan hal tersbeut.

Sebenarnya citra itu sudah dibangun oleh penampilan flamboyan ala Jimmy hendrix dan Prince lho. Lihat saja, bagaimana ledakan respon ketika Jaden Smith juga mengenakan busana wanita dari Chanel? Hal tersebut langsung memperlihatkan image yang sangat kuat dan kontradiktif bagis eorang berkulit hitam yang mengenakan the piece of skirt. So, what do you think fashion people?

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account