Plaza Indonesia Fashion Week : Desain Hardcore Danjyo Hiyoji

Plaza Indonesia Fashion Week : Desain Hardcore Danjyo Hiyoji

Velodrome – Bagi high street fashion brand lokal Indonesia, Danjyo Hiyoji tak ragu meluncukan koleksi singkat dalam ajang Plaza Indonesia Fashion Week akhir Maret Lalu. Pekan mode yang digelar selama 5 hari itu memang tak menunjukkan banyak macam clothing dalam satu koleksi para desainer.

Di sisi lain, adanya 35 brand juga desainer yang terlibat adalah bukti eksistensi para pelaku industri ini yang tak mau berhenti mencetak hasil kreativitas mereka ke khalayak. Tak terkecuali Danjyo Hiyoji yang menutup hari terakhir pekan mode itu.

Dengan hanya memunculkan puluhan desain pakaian, tema koleksi kali ini tetap menjadi bagian yang serius. Koleksi desain Danjyo Hiyoji memang tak jauh berorientasi dari negara mataahri terbit, Jepang. Namun, koleksi kali ini bisa dibilang hardcore.

Danjyo Hiyoji yang biasa mengadaptasi fusion culture antara Japanese, American, dan Britisih, tampil 100 persen dengan konsep yang mengambil sejarah Jepang. Tanpa embel-embel pengaruh nyleneh-nya british streetwear.

Tema koleksinya adalah Miypharu. Danjyo Hijoyi menceritakan realitas tabu dari seorang Shoko Tento yang penuh keraguan dan ketakutan. Koleksi tersebut merupakan hasil terjemahan dan realisasi persona rapuh yang kuat dari seorang Tendo.

Creative Director Danjyo Hiyoji yakni Liza Mashita yang tanpa ditemani parnter duo-nya Dana Maulana mendeskripsikan koleksi ini sebagai ungkapan yang kuat dan ringan di saat yang bersaaan. Koleksi tersebut bersiluet oversized dan didominasi warna hitam, putih, dan merah. Ilustrasi Filikh Raja terpampang dalam desain.

Teknik yang digunakan bermacam-macam mulai dari teknik sablon, digital printing, dan pita-pita khas Jepang. Desain yang diakui sebagai pop cultural injection itu diwujudkan dalam kimono jacket, t-shirt, dan layered pants. Bagian yang mencuri perhatian adalah footwear yang didesain ulang lebih modern dari sandal jepang yang sering dipakai seorang geisha.

Jika disimpulkan,tampilan keseluruhan Danjyo Hiyoji kali ini menjadi turunan pakaian Jepang zaman dulu dengan modifikasi sartorial ala Hiyoji. Danjyo Hoyoji sepertinya tidak takut membawa kultur Jepang di Indonesia secara keseluruhan membandingkan banyaknya desainer lokal yang sibuk mengotak-atik budaya Indonesia. Danjyo tidak takut kalah dan seperti tidak masalah dibilang pengkhianat. Menurut Anda bagaimana?

 

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account