Review Film The Mummy, Blockbuster Template Syndrome | Spoiler Alert!

Review Film The Mummy, Blockbuster Template Syndrome | Spoiler Alert!

Velodrome – Review film bulan ini jatuh kepada film The Mummy yang baru saja di rilis di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mendaur ulang film lawas dan mengadaptasi ke dalam jagat cerita Dark Universe diharapkan akan kembali mempopulerkan film ini.

Keterlibatan aktor kawakan Hollywood, Tom Cruise, sebagai bintang utama rasanya sekedar iming-iming bagi penontonnya. Nyatanya film ini banyak dikritik karena ceritanya yang kurang kuat dan hanya mengedepankan template film-film blockbuster dengan aksi dan grafis yang menawan.

Film dibawah distribusi Universal Studios ini juga memunculkan sosok mummy wanita sebagai pemeran protagonis yang diperankan oleh aktris Sofia Boutella. Faktor apa saja yang menyebabkan penonton kecewa terhadap film ini? Kita simak dulu sinopsinya.

The Mummy mengisahkan mantan anggota anggota militer Amerika, Nick Morton (Tom Cruise) dan kekasihnya Jenny Halsey yang seorang arkeologis (Annabelle Wallis) yang tengah melakukan penelitian di sebuah gurun di Irak. Tanpa sengaja, Nick Morton menemukan sarkofagus di makam tua yang belakangan diketahui berisi mummy dari ratu Mesir kuno bernama Ahmanet.

Tentara navy kemudian membawa peti Ahmanet ke Inggris untuk diteliti. Dari sanalah kekacauan bermula, diawali dengan adanya serangan kelelawar yang tiba-tiba menyerang pesawat terbang yang membawa sarkofagus berisi Ahmanet.

Review Film The Mummy, Blockbuster Template Syndrome | Spoiler Alert!

Image : Youtube

Sang Ratu Mesir Ahmanet (Sofia Boutella) pun terbangun dengan membawa kebencian dan amarah karena dikhianati semasa hidupnya. Ahmanet pun kembali menuntaskan misi yang terhalang, membangkitkan Seth, Raja kematian, sekaligus kekasihnya.

Kekuatan magis dari sang putri yang nyaris membuat Nick tewas juga menjadikan Nick sebagai “The Chosen One” yang akan mendampingi Ahmanet di saat kebangkitannya. Namun nyatanya, Nick justru menjadi orang yang terpilih yang bisa menghentikan teror balas dendam dari Sang Ratu Mesir Ahmanet.

Di tengah percobaannya untuk membangkitkan kekasihnya, Ahmanet ditangkap oleh komplotan tentara elit milik Dr. Henry Jekyll yang diperankan oleh Russel Crowe. Henry Jekyll sendiri ternyata memiliki misi terselubung yang kemudian malah membongkar jati dirinya yang selama berusaha ia tutupi, yaitu Mr Hyde.

Review Film The Mummy, Blockbuster Template Syndrome | Spoiler Alert!

Image : Screen Rant

Berhasilkah Nick untuk menyelamatkan dunia dari amarah Ahmanet dengan adanya Dr. Henry Jekyll yang juga menginginkan Ahmanet untuk keuntungannya sendiri?

Membandingkan dengan film The Mummy (1999), cerita yang ditulis oleh Stephen Sommers yang juga merangkap sebagai sutradara film tersebut dirasa lebih memiliki latar kolosal dengan aktor yang dibintangi oleh Brendan Fraser.

Diperankan juga oleh Rachel Weisz, John Hannah dan Kevin J.O’Connor, dengan Arnol Vosloo sebagai pemeran mummy yang bangkit kembali. Setelah mendapat kesuksesan di kedua sekuel The Mummy, film ini pun pernah mendapatkan kritik keras karena ceritanya dianggap tidak masuk akal pada sekuel ketiganya yang berlatar kisah mummy di Cina.

Film The Mummy (2017) disutradarai oleh Alex Kurtzman, ceritanya ditulis oleh Jon Spaihts, untuk rumah produksi Universal Studios. Di bawah kelompok film Dark Univese, film ini pun dibuat dengan setting modern sehingga usia mummy tersebut jadi sangat tua.

Blockbuster Template

Berdasarkan rating yang diulas di beberapa situs film The Mummy diserbu beragam ulasan buruk. Rotten Tomatoes mengkompilasi 114 ulasan oleh berbagai media, hanya 24 kritikus yang menilai positif film ini. Sementara 90 lainnya menganggap tak bagus.

Alhasil, skor The Mummy di Rotten Tomatoes hanya sebesar 16 persen. Situs Metacritis memberikan skor 34 persen, dan IMDB memberikan poin 5,9 dari total 10 poin.

Penulis Entertainment Weekly, Chris Nashawaty menyatakan, cerita film ini terasa tidak original dan kisahnya agak dipaksakan. Ia mencatat film ini terlalu mencampuradukkan unsur film Frankenstein, An American Werewolf in London, Indiana Jones and the Last Crusade, dan Jekyll and Hyde.

Hal ini pun akan terasa membingungkan bagi penontonnya. Meskipun menjadi bagian dari Dark Universe, komponen karakter di dalamnya tidak digarap dengan mulus. Satu-satunya hal yang menghibur adalah film ini bisa dinikmati karena aksinya yang ekstrem dan grafis yang mendukung film 3D sehingga banyak dinamika slow motion, center angle, dan memainkan berbagai macam gerakan kamera.

Menurut Anda, apakah film ini akan mencapai blockbuster dengan penjualan yang dahsyat? Movie is about story, if it’s not so good, people will dissapointed.

 

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account