Menikmati Secangkir Lukisan Kopi Karya Lee Kangbin

Lee Kangbin Melukis Dalam Secangkir Kopi

Velodrome – Bagi Lee Kangbin, menikmati Artisan Latte dalam secangkir kopi dengan desain dan warna yang itu-itu saja membuat ia bosan. Hal tersebut menjadi awal ia menciptakan produk seni yang tidak biasa. Yup, Lee Kangbin take it further more than barista did.

Seniman asal Korea Selatan tersebut membuat kopi latte sebagai media lukisannya. Jika kamu melihat instagram pribadinya, dipastikan akan terpukau sehingga membuat kamu enggak tega untuk menyeruput kopi yang begitu indah, dan pastinya instagram-worthy.

Kalau kamu familiar dengan nama-nama seperti Guilia bernadelli dan Jon Norquist, mereka adalah seniman yang justru menggunakan kopi sebagai material pewarna dalam lukisannya. Sementara Kangbin adalah kebalikannya. Ia memilih melukis di secangkir kopi dengan pewarna makanan.

Pria yang berprofesi sebagai barista tersebut membuat lukisan dengan warna dasar latte foam yang berasal dari campuran krim susu dan hasil seduhan kopi. Layaknya barista yang membuat motif artwork dari menuang krim ke dalam kopi, Kangbin menggunakan warna yang lebih kaya di cangkir saucer yang juga dituangkan ke dalam cangkir kopi. Dengan keahliannya yang super banget, ia bisa  menghasilkan artwork di atas permukaan kopi dengan berbagai macam model.

Latte artwork yang dihasilkan Kangbin sudah beragam jumlahnya, mulai dari yang lucu layaknya stiker di aplikasi perpesanan LINE hingga desain artwork yang kompleks seperti lukisan di atas kanvas.

Menurut ulasan yang dirilis oleh Creators, salah satu artwork milik Kangbin bahkan ada yang menyerupai karya pelukis terkenal, Van Gogh, yang berjudul Starry Night dan karya Edward Munch’s yang fenomenal The Scream. Yang terkini, Kangbin membuat artwork dari cerita kartun Disney, Beauty and The Beast.

Seni yang dilakukan oleh Kangbin biasa disebut sebagai Cremart (cream art) karena menggunakan media cairan krim sebagai kanvas juga material pembentuk lukisan atau gambar. Untuk penyempurnaan detail seperti shade, form, serta hiasan, Kangbin menggunakan sendok kecil, pencil dabbers, atau menaburkan bubuk keatas permukaan kopi latter tersebut.

Seniman kelahiran tahun 1991 ini mengungkapakan, kecantikan artworks miliknya ini diperoleh melalai campuran pigment makanan yang akan menambah cita rasa kopi. “I wanted to find an amazing and delicate new flavor of coffee so I developed Cremart,” ungkapnya melalui Creators.

Sebenarnya seni Cremart ini sudah populer seiring dengan pertumbuhan Coffee Shop yang berupaya menyuguhkan kopi artisan yang cantik, bukan sekedar kopi biasa. Hal tersebut salah satunya dilakukan untuk mengangkat nama si pembuat kopi atau barista yang bukan sekedar pelayan tetapi berlaku juga sebagai seorang seniman.

Editor : MP Jathia

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account