Sejarah Airbnb, Harus Berjibaku Untuk Bisa Sukses

Sejarah Airbnb

Velodrome – Sejarah Airbnb bermula dari sebuah apartemen di Rausch Street, San Fransisco, di tahun 2007. Joe Gebbia, saat itu tengah merasa kebingungan karena dua orang teman sekamarnya memutuskan untuk pindah lantaran sang pemilik akan menaikkan harga sewa.

Ia yang saat itu tak sanggup membayar biaya sewa sendirian pun memutuskan untuk mengajak teman baiknya semasa kuliah, Brian Chesky, untuk hijrah dari Los Angeles dan menempati apartemen tersebut.

Kepindahan Chesky rupanya tak banyak merubah keadaan karena mereka masih merasa bahwa biaya yang harus mereka bayarkan terlalu mahal. Kesempatan pun datang di Bulan Oktober 2007, dimana saat itu akan diadakan sebuah konferensi desain oleh International Council of Societies of Industrial Design / Designer Society of America di San Fransisco.

Sejarah Airbnb

Ilustrasi Konferensi
Image by Wikimedia Commons

Mereka pun berinisiatif untuk menyewakan apartemen mereka kepada para pengunjung konferensi tersebut. Tak disangka ide tersebut kini telah berkembang menjadi startup dengan nilai valuasi US$31 miliar (sekitar Rp413 triliun).

Hal yang mendasari tersewanya apartemen mereka karena bagi orang-orang yang ingin mengunjungi konferensi tersebut, harga sewa tempat tinggal di kota tersebut sangat mahal. Maka ketika ada tawaran tiga tempat tidur seharga masing-masing US$80 (sekitar Rp1 juta) yang ditawarkan Gebbia dan Chesky pun menjadi pilihan yang menarik.

Maka mereka pun mendapatkan tiga tamu, yaitu Kat, Michael, dan Amol Surve. Nama terakhir adalah tamu yang pertama datang, ia juga merasa terkejut saat tahu bahwa Gebbia dan Chesky memasukkan namanya sebagai tamu pertama kedalam presentasi yang sedang dibuat.

Untuk bisa masuk secara gratis di acara konferensi tersebut mereka diharuskan mengikuti kompetisi pitching. Mereka pun meminta kesediaan Surve untuk memberikan testimonialnya, gilanya lagi mereka juga memasarkan Airbnb ketika konferensi berlangsung kepada para pengunjung.

Namun perkenalan yang mereka lakukan saat itu dianggap tidak berhasil, maka mereka pun berencana untuk meluncurkan kembali situs tersebut saat konferensi South by Southwest (SXSW) di bulan Maret 2008.

Sejarah Airbnb

SXSW Exhibition
Image by SXSW.com

Nathan Blecharczyk yang merupakan rekan mereka pun turut membantu pembuatan Websitenya. Rupanya untuk menghadiri konferensi yang berlangsung di Austin tersebut, Gebbia dan Chesky pun harus menginap di rumah orang yang mereka kenal di Craiglist, yaitu Tiandung Le.

Momen ini pun dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memasarkan produk mereka. Mereka pun meminta Le untuk menyewakan rumahnya di platform Airbnb. Tak dinyana ternyata dirumah itu mereka bertemu dengan Phil Reyneri, yang ketika itu berstatus sebagai karyawan Justin.tv (kini live streaming Twitch).

Baca Juga : Mengenal Sosok Jack Ma Pendiri Alibaba.com

Reyneri pun juga berencana untuk menghadiri SXSW bersama sang CEO Michael Seibel. Ketika itu Seibel menyandang status sebagai seorang jutawan dan telah menjual Twitch kepada Amazon seharga lebih dari US$970 juta (sekitar Rp13 triliun) pada tahun 2014.

Setelah sebelumnya, ia juga menjual aplikasi berbagi video Socialcam kepada Autodesk seharga US$60 juta (sekitar Rp800 miliar) pada 2012. Ketika itu Seibel belum menjadi CEO dari sebuah startup besar.

Sejarah Airbnb

Michael Seibel
Image by Vimeo

Bagaimana pun juga, ia dianggap berperan sebagai mentor bagi kedua Founder Airbnb tersebut. Ketika itu Seibel juga menjelaskan bahwa Airbnb harus segera bertemu dengan angel investor, yang merupakan pihak yang bisa memberikan pendanaan hingga US$20 ribu (sekitar Rp266 juta).

Kemudian Seibel pun mulai memperkenalkan Gebbia dan Chesky kepada beberapa investor. Dari tujuh investor yang diperkenalkan Seibel, hampir semuanya tidak membalas. Beberapa investor yang membalas pun secara tidak langsung menyatakan penolakan mereka.

Para investor tersebut beralasan bahwa ide bisnis Airbnb terkesan aneh dan berisiko. Sang founder pun dinilai “hanya” dua orang lulusan sekolah desain, berbeda dengan dua founder Google yang merupakan mahasiswa PhD di Stanford.

Bahkan salah seorang investor yang pernah bertemu dengan Gebbia dan Chesky di University Cafe di Palo Alto pun tiba-tiba berdiri dan pergi begitu saja ditengah presentasi. Padahal, ketika itu Gebbia dan Chesky tengah mencari dana US$150 ribu (sekitar Rp2 miliar) untuk ditukar dengan sepuluh persen kepemilikan saham Airbnb. Kini saham tersebut telah melonjak senilai lebih dari Rp13 triliun.

Banyaknya hutang yang tertumpuk pada kartu kredit mereka membuat Gebbia dan Chesky memutuskan untuk berjualan sereal dengan memanfaatkan momen konvensi nasional untuk mengumumkan kandidat presiden mereka, Barack Obama.

Pilihan sereal diambil karena makanan tersebut sesuai dengan misi mereka untuk memberikan sarapan gratis kepada para tamu. Untuk itu mereka pun membuat dua jenis produk, yaitu Obama O’s dan Cap’n McCain’s.

Sejarah Airbnb

Image by socialtools

Meski pun tidak terlalu memberikan pengaruh besar terhadap penambahan pengguna Airbnb, namun mereka berhasil mendapat uang yang cukup banyak dari hasil penjualan sereal tersebut, kurang lebih sekitar US$30 ribu atau setara dengan Rp400 juta, dan lucunya malah lebih banyak dari bisnis Airbnb yang menghasilkan sekitar US$5 ribu atau setara dengan Rp66 juta dari Airbnb.

Di akhir tahun 2008, Gebbia dan Chesky kembali mengalami kesulitan finansial, hingga harus memakan sisa sereal mereka yang tidak terjual. Maka Seibel pun menyarankan mereka untuk mengikuti program akselerator Y Combinator.

Selama ini, hanya Gebbia dan Chesky hanya menjalankan bisnis Airbnb. Sedangkan Blecharczyk lebih memilih untuk bekerja dan tinggal dengan tunangannya di Boston. Namun demi proses pendaftaran ini, Blecharczyk pun setuju untuk pergi ke San Fransisco dan bergabung dengan dua sahabatnya.

Baca Juga : Kisah Sukses Youtube, Situs Video Paling Ngetop Sedunia

Di hadapan Paul Graham, mereka bertiga menjelaskan konsep bisnis Airbnb. Awalnya Graham meragukan mereka, namun kemudian Gebbia mengeluarkan kotak sereal dari dalam tasnya, dan menceritakan apa yang mereka lakukan dengan sereal tersebut.

Chesky dan Blecharczyk sebenarnya telah melarang Gebbia membawa kotak sereal tersebut, namun justru sereal tersebut lah yang memberi keyakinan kepada Graham. Dalam perjalanan pulang dari kantor Y Combinator di Mountain View ke San Fransisco, Chesky pun menerima telepon dari Paul Graham.

Sejarah Airbnb

Y Combinator
Image by mattermark

Namun ketika Graham baru saja mengatakan “Saya ingin ….”, tiba-tiba sambungan telepon terputus. “Tidaaaaaaaakkkk” teriak mereka. Rupanya saat itu, mereka tengah berada di wilayah yang tidak terjangkau sinyal di jalan tol I-280.

Mereka pun memacu kendaraan secepat mungkin agar bisa kembali mendapatkan sinyal. Sesampainya mereka di San Fransisco, untungnya Graham kembali menelepon, dan Airbnb pun resmi bergabung dengan Y Combinator.

Selama mengikuti Y Combinator, Graham berharap Airbnb bisa mendapat keuntungan di akhir program, meski jumlahnya tak seberapa. Suatu hari, Graham bertanya di mana pengguna Airbnb berada. Chesky pun langsung menjawab kalau mayoritas pengguna mereka berada di New York.

“Lalu untuk apa kalian berada di sini sementara pengguna kalian di New York. Cepat pergi ke sana!” tutur Graham. Maka sejak saat itu, Gebbia dan Chesky selalu mengunjungi New York di akhir pekan. Perjalanan tersebut mengajarkan mereka bahwa banyak pengguna yang mengalami masalah dalam menentukan tarif dan mengambil foto yang baik dari rumah mereka.

Chesky pun berinisiatif meminjam kamera kepada teman kuliahnya, dan memotret langsung rumah-rumah tersebut. Maka di akhir program, Airbnb berhasil mendapatkan pemasukan US$1 ribu (sekitar Rp13 juta) setiap minggunya.

Setelah lulus dari Y Combinator, Airbnb akhirnya mendapatkan dana segar US$585 ribu (sekitar Rp7,8 miliar) dari Sequoia. Kini investasi tersebut telah bernilai US$4,5 miliar (sekitar Rp60 triliun). Youniversity pun turut bergabung dalam pendanaan tersebut dengan nilai investasi US$30 ribu (sekitar Rp400 juta).

Gebbia, Chesky, dan Blecharczyk pun akhirnya mendapat gaji tahunan sebesar US$60 ribu (sekitar Rp800 juta). Ketika Gebbia dan Chesky rutin pergi ke New York, mereka sebenarnya pernah bertemu dengan Fred Wilson, co-founder dari Union Square Ventures.

Sejarah Airbnb

Fred Wilson, Co-founder of Union Square Ventures.
Image by Wikipedia

Sayangnya, saat waktu itu Wilson menolak untuk memberi dana. Hingga kini Wilson pun meletakkan sebuah kotak sereal Obama O’s di ruang konferensi mereka, untuk mengingatkan kesempatan yang hilang tersebut.

Di balik perkembangan pesat yang dialami oleh Airbnb, sebenarnya ada beberapa teknik growth hack yang semuanya berasal dari tangan ajaib sang CTO, Nathan Blecharczyk. Ia pernah membuat sebuah program khusus demi bisa menargetkan pengguna potensial secara efektif di Google Ads.

Strategi growth hack Airbnb yang paling populer adalah ketika mereka membuat sebuah fitur yang memungkinkan pengguna Airbnb untuk membuat iklan di Craiglist dengan hanya satu tombol. Masyarakat yang melihat iklan tersebut di Craiglist pun nantinya akan diarahkan untuk membuat pesanan lewat Airbnb.

Hal lain yang dibuat oleh Blecharczyk adalah sistem pembayaran yang bisa melayani pengguna di berbagai negara, dengan volume transaksi yang tinggi. Setelah melewati berbagai fase perkembangan awal tersebut, barulah Airbnb mengalami berbagai hambatan mulai dari kasus perusakan rumah oleh pengguna mereka, persaingan dengan Rocket Internet, hingga perdebatan soal legalitas mereka di berbagai kota.

Namun sejauh ini rasanya Airbnb selalu berhasil mengatasi hampir semua masalah tersebut dengan cukup baik. Mereka bahkan telah beralih menyediakan paket perjalanan, dan siap masuk bursa saham pada tahun 2018 mendatang.

Sumber 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account