Sejarah Rivalry Antara Barcelona dan Real Madrid

Semua yang suka sepak bola pasti tahu bagaimana panasnya rivalry antara FC Barcelona dan Real Madrid. Semua tahu kalau kedua klub ini selalu berjuang habis-habisan setiap musimnya untuk menjadi raja sepak bola di Spanyol, dan Eropa.

Setiap tanggal-tanggal penting yang mempertemukan ke dua tim (minimal 2 kali setahun) El Clasico, dan bagaimana meningkatnya ketegangan seiring dengan perolehan nilai di papan liga, baik untuk tim atau pun individu.

Sebelum musim mulai pun persaingan di bursa transfer sudah terasa, dimana keduanya bersaing untuk mendapatkan pemain terbaik. Mereka juga akan tahu bahwa perdebatan antara C. Ronaldo vs Messi hanyalah perpanjangan dari perdebatan yang sedang berlangsung antara Real Madrid vs Barcelona.

Yang tidak banyak diketahui adalah akar dari persaingan sengit antar kedua klub raksasa di Spanyol tersebut berkaitan dengan sejarah Spanyol (di awal hingga pertengahan abad 20) dan pengaruh politik yang terjadi di masa itu.

Pertemuan Pertama

Rivalry antara Barcelona dan Real Madrid bermula dari pertemuan pertama kedua klub di lapangan hijau. Kejadian ini berlangsung pada 13 May 1902. Barcelona memenangkan pertandingan dengan score akhir 3-1, dimana situs Real Madrid mempermasalahkan tentang 6 pemain asing yang masuk ke dalam line up mereka.

Ini merupakan hal biasa dalam dunia sepak bola, dimana setiap tim selalu salah, mau menang atau pun kalah. Namun pertandingan ini benar-benar memicu lahirnya rivalry terbesar di dunia sebak bola.

Itu kalau kata fans sepak bola. Tapi alasan sebenarnya dari rivalry tersebut adalah karena karena posisi tradisional kedua provinsi pada tingkat politik.

Madrid adalah ibu kota Spanyol dan dengan demikian menjadi tuan rumah bagi keluarga kerajaan. Hal ini selalu dilihat sebagai wilayah yang paling mempromosikan konservatisme. Sementara Barcelona adalah ibu kota Catalonia, selalu dilihat sebagai distrik yang berada di garis depan dalam mengenalkan mengenalkan apa pun yang baru di era modern, baik itu fashion, republikanisme, dll.

Bisa terlihat bahwa selalu ada persaingan regional yang kuat antara Madrid dan Barcelona.

Pentingnya Perang Sipil Spanyol

Sejarah Rivalry Antara Barcelona dan Real Madrid

Image : Slate Magazine

Perang Sipil Spanyol terjadi pada tahun 1936 hingga 1939 dan kejadian ini memiliki peranan penting dalam pembentukan rivalry antara Barcelona dan Real Madrid yang kita lihat sampai sekarang. Spanyol saat itu berada di bawah pemerintahan diktator Francisco Franco. Dia berhasil melakukan kudeta dan merebut Madrid pada tahun 1939, itulah yang menyebabkan berakhirnya perang.

Dimana Barcelona berperan dalam hal ini? Nah, Barcelona selalu menjadi duri dalam rencana Franco. Mereka dengan sengit melawan kebijakannya, akibatnya Franco telah membuat kebencian sendiri terhadap mereka.

Dia sering menggunakan pembunuhan atau penyiksaan untuk menjelaskan maksudnya, yaitu bahwa budaya dan masyarakat yang berbeda (Catalonia) tidak dapat diterima di bawah pemerintahannya.

Pada titik ini, sepak bola dipandang sebagai jalan keluar untuk pandangan dan perasaan orang. Inilah sebabnya mengapa orang-orang Catalonia mulai mendukung FC Barcelona yang sebenarnya untuk menjelaskan kepada Franco bahwa mereka bersatu dalam kebencian mereka terhadapnya. Ini juga merupakan sarana untuk terus merayakan budaya, bahasa, dan cara hidup mereka yang unik dan berbeda.

Sebagai catatan, Franco adalah Los Merengues sejati. Ia memastikan klub tersebut selalu terurus dengan baik. Di sinilah perebutan Di Stefano terjadi.

Perebutan Di Stefano

Sejarah Rivalry Antara Barcelona dan Real Madrid

Image of Alfredo Di Stefano – BBC

Jika Perang Saudara Spanyol tidak cukup untuk memicu persaingan, perkara transfer Alfredo Di Stefano benar-benar membawa kisah rivalry ini ke tingkat yang baru.

Pada tahun 1953, Di Stefano telah mengukir namanya dengan baik di Kolombia untuk klub Millionarios. Hal ini yang menggoda Real Madrid dan Barcelona untuk melirik (scouting) bahkan membina pemain ini dengan baik. Situasi saat itu, dia tengah dipinjamkan ke Millionarios dari klub Argentina, River Plate, namun ia akhirnya pindah ke Kolombia karena terjadi pemogokan pemain di Argentina.

Kedua klub sangat tertarik pada Di Stefano dan sudah mengirim pernyataan untuk mendapatkan tandatangan dari sang bintang. Setelah negosiasi dan negosiasi yang panjang dan keras, FIFA telah memutuskan bahwa Barcelona lah yang akan menandatangani Di Stefano.

Pada titik inilah pemerintah yang bersekutu dengan Federasi Sepak Bola Spanyol mulai ikut campur. Mereka melarang penandatanganan pemain asing manapun di Spanyol, yang memberi Real Madrid kesempatan untuk masuk dan menyetujui kesepakatan dengan Di Stefano.

Hal ini jelas menggemparkan, hingga akhirnya Federasi Spanyol memutuskan bahwa pemain tersebut akan diizinkan di Spanyol selama empat tahun, dua tahun berseragam Barcelona dan dua tahun dengan seragam Real Madrid.

Pada titik ini, Barcelona memutuskan untuk mundur dari kesepakatan, tampaknya hal tersebut terjadi atas perintah presiden mereka yang didukung oleh Franco. Real Madrid menjadi satu-satunya pemilik Di Stefano. Dia kemudian memimpin klub tersebut menuju 8 gelar liga, 5 kali juara Eropa secara berturut-turut dan membuat Barcelona tertinggal.

Rivalry di Era Modern

Sejarah Rivalry Antara Barcelona dan Real Madrid

Image : MyLocalPitchBlog

Di era modern, Barcelona dan Real Madrid sibuk membanggakan kekayaan dan prestise yang menggelikan atas nama mereka. Akibatnya semakin meruncing lah persaingan sengit ini mulai dari tingkat domestik hingga ke tingkat Eropa.

Kejadian transfer lain yang memompa persaingan seperti kejadian Di Stefano adalah penandatanganan Luis Figo. Figo adalah pemain kesayangan dan kebanggaan Barcelona selama ia berada disana. Itulah mengapa tak hanya fans Barcelona tapi juga penggemar sepak bola di seluruh dunia terkejut saat Figo memutuskan untuk pindah ke Real Madrid pada tahun 2000.

Pastinya penggemar Blaugrana tidak akan pernah memaafkan pemain asal Portugal tersebut atas pengkhianatan ini, dan mereka pun tak sungkan untuk menunjukkan perasaannya dalam setiap pertandingan melawan Real Madrid. Salah satu penggemar bahkan pernah melemparkan kepala babi ke arahnya ketika ia bersiap untuk melakukan sepak pojok.

Bahkan sampai hari ini, masih ada sesuatu antara Los Cules dan Los Blancos. Saat ini, isunya berkisar pada perdebatan mengenai siapa pemain terbaik di dunia: Lionel Messi dari Barcelona atau Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Ironis sekali, kebetulan atau tidak hal ini dengan jelas memberikan alasan lebih dimana dua pemain terbaik di dunia bermain untuk dua tim yang persaingannya mendarah daging.

Well siapapun yang menjadi pendukung ke dua tim, pastinya tetap bangga mendukung dengan cara yang sehat, sportif, dan cara yang benar.

Sumber

Penulis : MP Jathia & MD

Editor : MP Jathia

 

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account