Selain WhatsApp, Lima Aplikasi Ini Juga Diblokir di China

Selain WhatsApp, Lima Aplikasi Ini Juga Diblokir di China

Velodrome – Senin, (25/9) menjadi hari yang akan selalu diingat oleh Mark Zuckerberg. Pasalnya di hari itu aplikasi WhatsApp yang diakuisisinya pada 2014 silam, kini resmi diblokir di negeri tirai bambu. Pemblokiran tersebut menyusul Facebook yang sudah lebih dahulu diblokir.

China memang terkenal dengan ketatnya proteksi dari pemerintah menyangkut hal-hal yang berbau teknologi dan informasi. WhatsApp bukan lah aplikasi yang pertama menjadi korban pemblokiran oleh pemerintah China. Sebelumnya sudah banyak aplikasi dan situs yang dilarang masuk ke China, termasuk Facebook.

Belakangan, pemerintah China terus memperkuat sensor negaranya yang dikenal sebagai Great Firewall, meniru istilah peninggalan sejarah terkenal di China, Great Wall (Tembok Besar China).

Berikut ini lima aplikasi dan website populer yang sudah secara resmi tak mendapat izin untuk masuk ke China.

1. Google

Layanan elektronik mail Gmail hingga mesin pencari Google, semua tak bisa diakses di China.

2. Facebook

Media sosial terbesar di dunia milik Mark Zuckerberg, Facebook, sudah tak bisa diakses di China sejak 2009. Saat itu, popularitas Facebook tengah meledak di dunia. Pemerintah China segera membentengi negaranya. Kebijakan ini membuat aplikasi media sosial lokal berkembang.

3. Instagram

Instagram ditolak pemerintah China setelah protes kelompok pro-demokrasi di Hongkong pada 2014 lalu mencuat. Sebab, saat itu Instagram digunakan untuk mempopulerkan gerakan protes tersebut lewat #OccupyCentral, demikian dilaporkan The Verge.

4. Twitter

Twitter juga menjadi salah satu momok bagi pemerintah China. Pasalnya, pada 2009 peristiwa Arab Spring dan Revolusi Hijau Iran dipelopori dari media sosial ini.

5. Snapchat

Layanan media sosial yang populer di kalangan generasi muda ini juga tak mendapat tempat di China.

Walau pun dilarang, sebenarnya masyarakat China masih bisa mengakses laman-laman dan aplikasi di atas menggunakan VPN yang sudah disetting terlebih dahulu. Namun diketahui belakangan ini pemerintah China pun sudah berencana untuk memblokir berbagai layanan VPN yang ada di negaranya tersebut.

Langkah ini justru tak menunjukkan niat China untuk membuka dirinya kepada publik dunia. Padahal China menyatakan akan lebih membuka ekonominya kepada dunia. WTO (Organisasi Perdagangan Dunia PBB) juga mendesak pemerintah China agar membuat perdagangannya lebih terbuka.

Namun kini nampaknya terbalik, sampai-sampai Apple harus menghapus berbagai aplikasi VPN di App Store miliknya demi mengikuti kemauan pemerintah China itu.

Bagaimana menurut kamu apakah kamu setuju dengan langkah yang diambil oleh China?

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account