Kontroversi Serial Televisi Netflix 13 Reasons Why

Kontroversi Serial Televisi Netflix 13 Reasons Why

Velodrome – Serial televisi Netflix Original “13 Reasons Why” menyelesaikan musim pertamanya dengan respons yang kontroversial. Serial Drama yang mengangkat tentang isu bullying dan aksi bunuh diri tersebut dinilai menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan terhadap anak muda yang mengalami hal serupa.

Serial 13 Reasons Why diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Jay Asher yang dirilis pada 2007. Brian Yorkey mengadaptasi cerita dalam novel tersebut ke dalam serial televisi.

Berkisah tentang Hannah Baker, yang diperankan oleh Katherine Langford. Melalui 13 rekaman kaset, Hannah menjelaskan 13 alasan dirinya bunuh diri. Intimidasi, perundungan, bahkan kekerasan seksual remaja sarat dalam serial itu.

Selama ini, 13 Reasons Why menjadi bahan perdebatan karena memberi gambaran bunuh diri yang begitu jelas. Dipertontonkan bagaimana Hannah mengiris pergelangan tangannya dengan santai, setelah mempersiapkan ‘pesan kematian’ dalam tujuh kaset berisi 13 sisi. Tayangan itu pun dianggap tak cocok bagi remaja.

Sebuah lembaga kesehatan mental di Australia bahkan memberikan peringatan bahwa 13 Reasons Why mengandung konten berbahaya. Sekolah-sekolah di New Jersey, Amerika Serikat juga mengirimi orang tua murid surat peringatan terkait tayangan 13 Reasons Why.

Penulis skenario Nic Sheff dan sang sutradara BrianYorkey mempunyai pancangan tersendiri tentang karya yang mereka buat. Menurutnya, serial tersebut bisa dimaknai sebagai renungan, karena banyak terjadi di kalangan remaja saat ini. Perundungan pun bisa jadi akar masalahnya. Ia berharap, serialnya bisa jadi perbincangan untuk masalah kehidupan.

Kontroversi Serial Televisi Netflix 13 Reasons Why

Para pemeran 13 Reasons Why. Image : MTV UK

Drama ini tidak sekadar menampilkan cerita bunuh diri. Di episode terakhir, ada ’30 menit Beyond the Reasons,’ tayangan yang menghadirkan para pemain, Gomez, dokter, advokat, dan psikolog. Mereka menekankan, remaja harus meminta bantuan jika ada masalah.

IMBD mengulas serial yang baru merampungkan musim pertamanya dengan angka 8,7 dari 10 poin. Meskipun film ini mendapatkan kritik negatif, banyak pula yang merespons serial ini sebagai gambaran dari fenomena kehidupan modern remaja saat ini. Terutama mereka yang mengalami fenomena bullying.

Di balik kontroversi serialnya, banyak pemerhati sosial yang memandang bahwa film ini justru menjadi representasi dari realitas saat ini di saat perundungan menjadi isu yang harusnya menjadi perhatian orangtua. Termasuk juga kalanagan masayarakat.

Bullying sendiri disadari dapat menimbulkan kulminasi dari tekanan sosial yang dihadapi seseorang ketika merasa tidak diterima dan didiskriminasi di tengah lingkungan ia berada.

Drama satu ini seolah bisa menjadi pengingat bahwa aksi bullying mempunyai dampak psikologis yang sangat signifikan serta mengarah pada aksi yang berbahaya ketika seseorang sudah merasa tidak ada harapan hidup di dunia. Kalangan orangtua dan jaringan pertemanan pun diharapkan lebih inklusif dan tidak membeda-bedakan atas citra serta karakter anak satu dengan yang lain.

Drama ini terdiri dari 13 episode, dirilis di seluruh dunia di Netflix pada tanggal 31 Maret 2017. Setelah usai di musim pertama dengan segala kritik yang mendera, serial 13 Reson Why dikabarkan akan berlanjut untuk musim kedua.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account