Startup Digital Dianggap Ancaman Bagi 83 Persen Perusahaan di APJ

startup digital

Velodrome – Dell Tecnologies baru-baru ini melakukan sebuah riset yang mengungkapkan fakta baru, bahwa kini startup digital mulai dipandang sebagai ancaman bagi korporasi konvensional. Hal ini dikemukakan oleh sekitar 83% dari perusahaan yang tergabung di APJ (Asia Pasifik dan Jepang).

Yang artinya, empat dari lima perusahaan di APJ merasa terancam dengan perkembangan pesat yang terjadi pada banyaknya startup digital akhir-akhir ini. Bahkan di ranah internasional, sebanyak 78% perusahaan merasa terancam dengan hadirnya startup.

Tingginya persentase ini menunjukkan bahwa kehadiran startup membuat para korporasi harus memikirkan strategi bisnis untuk bisa bertahan. Lebih dari itu telah diprediksikan bahwa kompetisi yang terjadi dengan perusahaan startup digital akan membuat 52% dari perusahaan di APJ mengalami kebangkrutan dalam 3-5 tahun mendatang.

Memang dengan munculnya tren Internet of Things juga membuat 61% para pemimpin perusahaan di APJ merasakan perubahan yang signifikan di era digital. “Jika Anda tidak mampu berinovasi di era digital, maka anda akan mengalami dampak yang buruk pada kemampuan daya saing perusahaan-perusahaan di kawasan APJ,” jelas Amit Midha, President, APJ Commercial, Dell EMC.

startup digital

Image by perkom.co.id

Namun mereka yang tergabung di APJ tidak lantas tinggal diam dengan kemungkinan terburuk ini, mereka pun telah menyiapkan beberapa strategi guna menghadapi para startup digital yang kian hari kian menjamur.

Dari hasil musyawarah yang dilakukan, maka sebanyak 34% perusahaan menyatakan akan melakukan kemitraan dengan perusahaan startup. Strategi ini dilakukan agar mereka bisa segera mengadopsi model inovasi terbuka.

Dilain pihak sebanyak 31% mengaku telah menjual sebagian dari perusahaan mereka. Sementara 27% memilih merger dan akuisisi agar perusahaan bisa memperoleh keterampilan digital juga inovasi yang akan membuat perusahaan mereka terus berkembang dan maju.

Baca Juga : Teknologi Uang Baru Indonesia, Cegah Kejahatan Pemalsuan Uang

Selain 3 hal tersebut diatas, mereka pun kedepannya akan melakukan investasi pada sisi teknologi informasi yaitu; analisis big data, infrastruktur yang terkonvergensi (converged infrastructure), teknologi berkinerja sangat-tinggi (ultra-high performance technologies), misalnya teknologi memory flash untuk server, dan pengaplikasian Internet of Things.

Yang sangat disayangkan adalah hanya 15% perusahaan akan melakukan transformasi dari dalam perusahaan itu sendiri. 46% menyatakan akan melakukan digitalisasi bagi semua departemen dan stafnya. Dan 34% sisanya menyatakan akan memulai dengan membuat laporan laba-rugi digital.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account