Transaksi di Bukalapak Tembus Rp 350 Miliar Pada Harbolnas 2016

harbolnas 2016

Velodrome – Harbolnas 2016 (Hari Belanja Online Nasional) ini ternyata mampu mendongkrak jumlah transaksi jual beli online jauh bila dibandingkan dengan transaksi di hari biasa pun jika dibandingkan dengan Harbolnas 2015 silam.

Keuntungan ini rupanya tidak hanya dirasakan oleh para pelaku e-commerce saja, namun juga dirasakan oleh para pemilik brand dan penjual voucer diskon yang berpartisipasi dalam Harbolnas 2016.

Bukalapak selaku salah satu pelaku bisnis e-commerce dengan konsep marketplace bahkan mengumumkan bahwa transaksi yang terjadi melalui platform mereka mampu menembus angka hingga Rp 350 miliar.

Nominal transaksi tersebut dihasilkan dari penjualan sekitar 1,2 juta barang yang mayoritas merupakan produk fesyen, gadget, dan hobi. Berdasarkan angka tersebut, maka pada harbolnas 2016 bisa dikatakan sukses dengan apa yang ingin mereka capai.

Bukalapak pun membuka strategi yang mereka lakukan dalam mensuskseskan program Harbolnas yang telah mereka lakukan.

Promosi yang menarik

Materi promosi yang menarik menjadi salah satu kunci kesukesan Bukalapak di pesta jual beli online tahun 2016 ini. Mereka mendorong konten yang menarik tersebut lewat berbagai media, mulai dari YouTube hingga memasang iklan di televisi.

Berdasarkan data di Google Trends 2016, jumlah pencarian Bukalapak di Google pada Harbolnas tahun ini memang mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan Harbolnas 2015 yang lalu.

Namun sayangkan Bukalapak status e-commerce yang paling dicari saat Harbolnas tahun ini belum dapat mereka raih, karena Lazada yang merupakan pesaing mereka masih mampu merebut posisi tersebut sebagai e-commerce paling dicari pada Harbolnas tahun ini.

Diskon besar dan fitur nego

harbolnas 2016

Diskon Besar-besaran
Image by YouTube

 

Tidak hanya dari segi gilanya promosi yang mereka lakukan, namun Bukalapak pun dapat meraih hasil tersebut karena kehadiran fitur Nego dan diskon hingga delapan puluh persen. Fitur negi ini membuat para pembeli bisa menawar harga lebih rendah dari produk yang sudah dipotong diskon.

“Fitur ini laku keras! Lebih dari lima puluh persen pengguna menggunakan fitur tersebut. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan tawar menawar yang terjadi secara offline, keseruannya dapat dirasakan juga secara online di Bukalapak,” tutur Bayu Syerli, Vice President Marketing Bukalapak.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account