Twitter Gulirkan Versi Beta Layanan Berlangganan, Untuk Apa?

Velodrome – Twitter dikabarkan tengah menguji sebua layanan berlangganan untuk para penggunanya. Layanan baru ini digadang-gadang merupakan kicauan promosi otomatis dengan biaya berlangganan sekitar USD 99 atau jika dikurskan ke dalam rupiah setara dengan Rp 1,3 juta per bulannya. Seperti apa ya?

Fitur berlangganan tersebut belum digulirkan ke netizen, tetapi sudah bocor lantaran seorang pengguna bernama Matt Navarra tak sengaja menemukan informasi tersebut di emailnya. Dan melalui Twitternya, Matt membeberkan jika barus aja mendapatkan email dari jejaring sosial berlogo burung tersebut.

Langganan tersebut dimaksudkan untuk memperbesar jangakaun kicauan dan profil pengguna dalam kurun waktu 30 hari. Pengguna Twitter yang menggunakan layanan tersebut akan bisa menganalisa tiap kicauan yang dikeluarkan. Isinya berupa besaran jangkauan organik atau promsi dari sebuan kicauan, engagement ataupun jumah pengikut yang bisa diperoleh dari hasil promosi tersebut. Bisa dibilang mirip dengan dengan Facebook Business Manager.

Aplikasi perpesanan yang telah didirikan sejak tahun 2006 tersebut menjanjikan penggnannya akan mudah dan tidak ribet. Para penggunanya tak perlu menciptakan iklan khusus, dan satu hal lagi keuntungannya, para pelanggan layanan itu bisa memutuskan langgananya kapan saja dia mau jika dirasa tidak puas.

Karena saat ini layanan masih dalam tahap uji coba dan dalam bentuk beta, Twitter memberikan penawaran 30 hari pemakaian gratis. Setelah pemakaian itu habis, nanti pengguna akan membayar USD 99 atau Rp 1,3 juta per bulannya. Bagi para pengguna pribadi, mungkin fitur berlangganan dari Twitter itu tidak akan berdampak apapun.

Namun, bagi Anda yang memiliki bisnis ataupun kampanye sesuatu, para pengguna ataupun juga perusahaan bisa digunakan untuk mempromosian produk dari akun tersebut. Lalu, mereka juga bisa mengelola kicauan ataupun juga promosinya secara otomatis. Sementara itu di sisi Twitter sendiri, ternyata layanan baru tersebut bisa digunakan untuk jalan keluar tambahan pendapatan tanpa harus ada penambahan jumlah pengguna.

Seperti yang diketahui, sebelumnya laporan menyebutkan jika para pengguna Twitter ini mandek. Dan karena hal itu, Twitter mengalami kerugian yang cukup signifikan. Padahal, aplikasi lainnya mengalami pertumbuhan, sebut saja WhatsApp yang semakin digemari dan jumlah penggunanya semakin menggila.

Sumber: techcrunch.com

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account