Ketika Kendali Virtual Reality Langsung Terkoneksi Pada Otak

Virtual Reality

Velodrome – Virtual Reality saat ini memang tengah naik daun, lihat saja dari mulai banyaknya developer yang memfokuskan bisnisnya ke bisnis ini. Tapi rupanya meski jenis bisnis ini terbilang baru, inovasinya pun keluar tak kalah cepatnya.

Sebuah perusahaan Startup Neurable baru saja membocorkan perihal sebuah produk inovasi game virtual reality yang dapat dikontrol cukup dengan menggunakan pikiran, jadi Anda tak harus capek-capek mengerakkan tubuh lagi.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kebanyakan game dan produk virtual reality (VR) yang saat ini ada masih dikendalikan menggunakan gerakan tubuh. Namun apa yang ditawarkan oleh Neurable yang berkolaborasi dengan Estudiofuture bisa dikatakan telah naik ketingkat yang lebih tinggi.

Mereka baru saja meluncurkan game pertama mereka yang berjudul “Awakening”, ini merupakan game VR yang dikendalikan cukup dengan menggunakan kontrol pikiran saja, sehingga si pemainnya akan merasakan sensasi seolah-olah ia memiliki kemampuan telekinesis.

Sebagaimana dilansir dari futurism.com (7/8), Michael Thompson sang Vice President dari Neurable menyatakan bahwa latar belakang dibuatnya game ini hampir mirip dengan sebuah film seri yang tayang di Netflix berjudul Stranger Things.

Dimana plot ceritanya adalah Anda menjadi seorang anak yang dijadikan kelinci percobaan di laboratorium ilmu biologi milik pemerintah.  Kemudian Anda menyadari bahwa hasil percobaan tersebut membuat Anda memiliki kemampuan telekinesis. Maka Anda memutuskan untuk menggunakan kekuatan tersebut untuk keluar dari ruang tahanan Anda serta melawan para robot penjaga guna keluar dari laboratorium tersebut.

Baca Juga : Mobil Futuristik Yang Dilengkapi Teknologi Biometrik

Lebih lanjut sang CEO, Ramses Alcaide juga menjelaskan bahwa headset VR yang mereka buat sebenarnya diambil dari teknologi Headset HTC Vive yang telah dimodifikasi, dimana terdapat beberapa elektroda positif dibeberapa area alat yang mampu menangkap sinyal yang dikeluarkan oleh otak manusia.

Sinyal elektrik yang dikeluarkan oleh otak tersebut mampu ditangkap dengan baik oleh headset milik mereka yang kemudian menterjemahkannya kedalam pergerakan yang diinginkan oleh otak manusia saat memainkan game tersebut.

Namun rupanya teknologi yang telah berhasil diterapkan pada game ini mampu dikembangkan sedemikian rupa untuk bisa diaplikasikan kedalam berbagai hal demi kebaikan umat manusia. Misalnya saja teknologi ini dapat digunakan sebagai terapi bagi pasien lock-in syndrome (sindrome menyendiri) dimana pasien tak mau bergerak dan berkomunikasi dengan dunia luar.

Semoga saja proyek penelitian ini bisa terus dikembangkan lebih jauh, agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati teknologi tersebut. Jadi kapan ya kira-kira kita di tanah air ini bisa mulai merasakan teknologi tersebut?

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account