Waspada Berita Hoax Berkaitan dengan Registrasi Kartu Sim!

Velodrome – Beberapa hari belakangan ini registrasi kartu sim dan nomor telepon seluler menjadi perbincangan hangat baik di social media, atau pun di grup perpesanan seperti WhatsApp. Pasalnya ada langkah-langkah pemblokiran yang akan dilakukan bila kita tidak mendaftarkan nomor atau kartu sim yang kita gunakan.

Dalam siaran kabar pertama yang saya dapatkan dari grup di WhatsApp disebarkan sebuah gambar berupa infographic yang didapat dari kumparan.com. Isinya berupa informasi mengenai himbauan untuk mendaftarkan ulang kartu SIM yang digunakan pada telepon pintar kita sesegera mungkin.

Sebenarnya, registrasi kartu seluler sudah beberapa kali diwajibkan oleh pemerintah, seperti pada 2005 dan 2014 lalu.

Dikutip dari BBC Indonesia, registrasi kali ini -seperti dijelaskan juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza- berbeda dengan sebelumnya karena registrasi kali ini mensinkronisasi data pemilik kartu dengan Nomor Induk Kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.

“Tujuan registrasi ini yang pertama untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh pelanggan pengguna jasa telekomunikasi dan memberikan perlindungan juga, misalnya dari spam, sms yang tidak bertanggung jawab, yang cenderung akan penipuan dan sebagainya,” papar Noor iza.

Riuhnya kabar ini pun tak luput dari munculnya berita hoax yang bisa menjerumuskan masyarakat. Berikut ini beberapa berita hoax yang sepatutnya sebagai masyarakat yang baik bisa dengan bijak mericek dan tidak menyebarkannya kembali.

1. Pemilu 2019

Dikatakan dalam info hoax tersebut data E-KTP akan digunakan sebagai bukti dukungan terhadap calon tertentu. Itu tentu saja tidak benar, karena dalam pemilihan Presiden tidak diperlukan itu. Karena tidak ada istilah Capres Independen. Seseorang jadi Capres Hanya perlu dukungan Parpol yg memenuhi Presidensial Threshold 20%, dalam artian Parpol menang pemilu legislatif lebih dari 20%.

2. Masalah Perbankan

Ajakan untuk tidak meregistrasi SIM dengan alasan data yang didaftarkan sangatlah personal dan bila disalahgunakan bisa merugikan. Terutama untuk masalah perbankan yang bisa dijebol dengan nomor KTP dan nama Ibu Kandung.

Menurut Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Noor Iza, salah satu tujuan pendaftaran ulang kartu SIM ini adalah untuk mendukung pemanfaatan National Single Identity Number atau Nomor Identitas Tunggal Nasional yang nanti validitasnya bisa diperiksa ke Kementerian Dalam Negeri.

3. Batas Waktu Registrasi

Sebagian masyarakat yg tidak mengerti mengira batas waktu registrasi ulang adalah 31 Oktober 2017. Sehingga pendaftaran membeludak di Website Operator Seluler dan membuat Over Bandwidth sehingga Web tidak dapat diakses atau lambat.

Sebenarnya batas pendaftaran ulang Kartu SIM adalah 28 Februari 2018, dan ada beberapa waktu untuk pemblokiran bertahap.

Sungguh amat sangat disayangkan begitu banyak info hoax beredar di masyarakat. Mari bijak dalam menanggapi informasi yg datang menghampiri kita. Peraturan pendaftaran Kartu SIM Prabayar sudah dikeluarkan Pemerintah. Peraturan tentu tujuannya untuk ketertiban, keamanan dan kenyamanan.

Sumber

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account