Bosan Wisata Kota dan Pantai, Yuk Coba Wisata Desa

Velodrome – Bosen enggak sih kalau tiap liburan tujuannya ke kota untuk belanja atau pantai lagi. Sekarang ada alternatif tujuan wisata nih, namanya wisata desa. Indonesia terkenal dengan desa desanya yang masih asri. Bayangkan bisa berlibur di tempat yang jauh dari bising kendaraan dan kemacetan, sawah dan udara pegunungan yang dingin menjadi asupan kebaikan tak hanya untuk tubuh tapi juga mental.

Semenjak tahun 2000, Pemerintah Indonesia sudah memulai menggalakkan wisata desa sebagai pilihan alternatif wisata, biar enggak ke Bali mulu atau Bandung. Desa isata yang dimaksud ini berada di berbagai daerah yang secara khusus dikembangkan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi atau menikmati pengalaman luar biasa tentang bagaimana penduduk setempat menjalani hidup mereka. Di sinilah orang asing, atau orang Indonesia sendiri, dapat belajar tentang budaya yang berbeda yang ada di masing-masing wilayah di Indonesia.

Kini telah ada ratusan desa wisata yang siap menyambut pengunjung yang ingin merasakan pengalaman liburan berbeda dan mengenal keindahan serta budaya di masing-masing desa. Selain akomodasi dan keindahan alam, desa-desa ini juga memiliki kegiatan menyenangkan dan seru yang membuat pengunjung bisa tetap sibuk selama mereka berkunjung.

Nah berikut ini ada 3 desa wisata rekomendasi Divertone.com yang bisa kamu jadikan destinasi wisata di akhir tahun ini.

1. Nglanggeran Village

Bosan Wisata Kota dan Pantai, Yuk Coba Wisata Desa

Gunung Api Purba Embung

 

Di Kabupaten Gunungkidul di Provinsi Yogyakarta terdapat Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran yang menawan, atau dikenal sebagai Desa Wisata Nglanggeleran. Begitu Anda menginjakkan kaki di daerah tersebut, Anda akan disambut oleh penduduk lokal super ramah yang akan mengenalkan Anda pada budaya dan tradisi mereka.

How to get there :

Terletak sekitar 20 km dari Kabupaten Wonosari dan sekitar 25 km dari Yogyakarta. Tidak ada layanan transportasi umum yang tersedia, jadi cara terbaik adalah menggunakan kendaraan sendiri atau menyewa kendaraan pribadi. Jika Anda memilih untuk menyewa kendaraan pribadi, harganya bisa berkisar antara Rp 250.000 (tidak ada supir) sampai lebih dari Rp 600.000 (dengan sopir) per 12 jam. Jika Anda orang asing, akan lebih baik menyewa kendaraan yang dilengkapi dengan supir. Peta menuju desa ini juga tersedia di Google Maps dengan nama ‘Desa Wisata Nglanggeran’.

2. Pujon Kidul

Bosan Wisata Kota dan Pantai, Yuk Coba Wisata Desa

Image : Tripadvisor

Pujon Kidul adalah salah satu desa di Kecamatan Pujon, Malang. Desa ini terletak di dataran tinggi yang indah, dikelilingi oleh udara sejuk dan alam yang indah dan terpelihara dengan baik. Karena tempatnya yang strategis, Pujon Kidul sangat cocok untuk pengembangan usaha pertanian dan pertanian, menjadikannya tempat berlindung bagi pengusaha hortikultura. Selain unggul dalam kategori pertanian dan peternakan, Anda juga akan dihadirkan dengan panorama pedesaan yang indah dan sangat baik oleh penduduk desa.

Atraksi desa ini berkisar dari kegiatan outbound, paintball, berkuda, pemetikan sayuran, sampai pemerahan susu sapi. Selain semua aktivitas menyenangkan, Anda juga bisa menikmati secangkir java di kafe sekitar Pujon Kidul; Kombinasikan dengan udara sejuk dan Anda akan mendapatkan sensasi yang luar biasa. Padahal, yang tak dapat disangkal, atmosfir utama yang mengelilingi desa ini benar-benar pemandangan sawah yang tak terbatas tersebar di sekitar pegunungan.

How to get there :

Rute ke Desa Pujon Kidul relatif mudah; pertama, Anda perlu pergi ke Malang, yang mudah dijangkau dari mana saja dengan menggunakan jenis transportasi apa saja. Untuk jarak sekitar 26 kilometer, Anda bisa mengakses desa dari Malang dalam waktu kurang dari satu jam melalui Jalan Raya Ir. Soekarno, naik rute Coban Rondo.

3. Karangrejo

Bosan Wisata Kota dan Pantai, Yuk Coba Wisata Desa

Pemandangan matahari terbit dari Setumbu Hill

Mereka yang akrab dengan Borobudur dan sekitarnya setidaknya mendengar Setumbu Hill; tempat paling indah untuk menyaksikan matahari terbit setelah bait suci itu sendiri. Tempat yang populer terletak di dalam Desa Karangrejo yang indah.

Tidak hanya untuk Bukit Setumbu, Karang Rejo memiliki banyak harta alam yang tak tertahankan. Terletak sekitar 3 kilometer dari Komplek Candi Borobudur, dilengkapi dengan alam yang belum terjamah dan pemandangan Menoreh Hill yang megah, desa wisata ini secara bertahap mendapatkan tempat tersendiri di antara berbagai hal populer Borobudur yang harus dilakukan.

Sama seperti desa lain di sekitar Borobudur, penduduk asli Karangrejo mengandalkan pertanian agribisnis dan sayurannya. Tanaman seperti Rambutan, Manggis, banyak sayuran, Albizia, jati, jahe, dan kunyit mendominasi lahan di Karangrejo. Dengan potensi ini, Desa Karangrejo kini berubah menjadi desa wisata dimana Anda bisa mengamati kegiatan pertanian organik dari penanaman hingga panen.

How to get there :

Terletak di dekat Candi Borobudur, sampai di Desa Karangrejo sangat mudah dan tidak merepotkan. Pertama, Anda perlu pergi ke Yogyakarta, dan lanjutkan dari Yogyakarta ke Borobudur, yaitu sekitar 60 sampai 90 menit dengan bus. Pergi ke Terminal Bus Jombor di Yogyakarta, dan bawa yang menuju ke Borobudur; staf stasiun sangat ramah dan akan memandu Anda ke bus yang benar. Begitu sampai, berangkat dari pintu keluar menuju Jalan Pramudyawardhani.

Begitu sampai di Jalan Pramudyawardhani, Anda bisa naik taksi ke Karangrejo sekitar 12 menit, mengambil kanan di Jalan Borobudur – Ngadiharjo untuk sampai di Desa Karangrejo. Perjalanannya hanya sekitar 4 km, sehingga Anda bisa memilih sarana transportasi lain sesuai dengan keinginan.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2017 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account