Wisata Sejarah Islam di Situs Warisan Dunia Pulau Penyengat

Wisata Sejarah Islam di Situs Warisan Dunia Pulau Penyengat

Velodrome – Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata Tanjungpinang di Kepulauan Riau. Sejak tanggal 19 Oktober 1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.

Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

Untuk travellers yang suka wisata religi jangan lupa mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Masjid dengan dominan warna kuning dan hijau ini dibangun oleh Sultan Mahmud dan direnovasi hingga terlihat seperti sekarang ini oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman pada tahun 1832.

Bangunan utama masjid ini berukuran 18 x 20 meter yang ditopang oleh 4 buah tiang beton. Di keempat sudut bangunan, terdapat menara tempat Bilal mengumandangkan adzan. Pada bangunan Masjid Sultan Riau terdpat 13 kubah yang berbentuk seperti bawang.

Yang menarik dari masjid yang satu ini adalah konon masjid yang kokoh berdiri sejak tahun 1803 ini  dibangun dengan menggunakan campuran putih telur, kapur, pasir dan tanah liat.

Di dalam Masjid Raya Sultan Riau terdapat dua buah al-Quran hasil goresan tangan Abdurrahman Stambul, seorang penduduk Pulau Penyengat yang dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu Agama Islam.Al-Quran ini diselesaikan pada tahun 1867 sambil mengajar.

Menurut cerita, pulau mungil di muara Sungai Riau, Pulau Bintan ini sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau ini.

Belum ada catatan tertulis tentang asal usul dari nama pulau ini. Namun kalau dari legenda masyarakat lokal, nama ini berasal dari nama serangga yang memiliki sengat.

Cerita tersebut menjelaskan tentang pelaut yang melanggar pantang ketika mengambil air, maka mereka diserang oleh ratusan serangga penyengat yang berbisa. Dari situ lah kata penyengat lahir. Sementara orang-orang Belanda menyebut pulau tersebut dengan nama Pulau Mars.

Sumber

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Divertone.com - The Soul Of Inspiration

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account